10 Fakta Menarik Maria Sharapova
Maria Sharapova tak mendapat banyak kendala saat berhadapan dengan petenis Belanda, Richel Hogenkemp di ajang Wimbledon 2015. Petenis cantik asal Rusia itu meraih kemenangan dua set langsung, 6-3, 6-1. Meski banyak lawan yang akan menghalangi jalannya meraih gelar ini kembali, Sharapova bertekad untuk mengulang nikmatnya angkat trofi di ajang ini.
Petenis berusia 28 tahun ini memang sangat tekun menggeluti karirnya di dunia tenis. Mulai bermain tenis di usia 4 tahun, Sharapova telah menjadi seorang petenis yang disegani di lapangan.
Dia beberapa kali mencapai peringkat no 1 petenis wanita dunia. Meski sempat mengalami penurunan, petenis berusia 28 tahun ini selalu berusaha untuk mencapai kembali permainan terbaiknya.
Saat berlaga, dia senang mengeluarkan teriakan khas yang menurutnya membantu meningkatkan semangat dan konsentrasi demi meraih kemenangan. Selain itu, Sharapova juga memiliki hal-hal lain yang tak kalah menarik. Apa saja? Yuk mari kita simak
1. Rekor
Maria Sharapova meraih gelar Grand Slam pertamanya dengan tampil sebagai juara di Wimbledon 2004 setelah mengalahkan Serena Williams. Saat itu Sharapova baru berusia 17 tahun. Pada 2012, Sharapova tampil di final Australia Terbuka saat berusia 15 tahun, yang membuatnya menjadi petenis termuda sepanjang sejarah yang mencapai final di turnamen ini.
Dia menjadi petenis wanita Rusia pertama yang memenangkan gelar Wimbledon dan petenis wanita ketiga termuda yang meraih gelar ini sepanjang sejarah.
Sharapova lima kali meraih gelar petenis wanita nomor 1 dunia. Pertama kali dia meraih gelar ini pada 22 Agustus 2005 saat berusia 18 tahun dan terakhir pada Juni 2012 lalu. Saat ini dia berada di peringkat 4 dunia.
2. Masa kecil
Bakat tenis Maria Sharapova telah terlihat sejak dia masih sangat belia. Dia sudah bermain tenis sejak berusia 4 tahun. Pada Oktober 1993, petenis yang paling lama berada di peringkat 1 dunia, Martina Navratilova, melihat Sharapova bermain tenis. Dia lalu mengatakan pada ayah Sharapova bahwa anaknya dianugerahi bakat tenis spesial. Saat itu, Sharapova yang baru berusia 6 tahun bermain melawan Navratilova.
Untuk mengembangkan bakatnya, Sharapova kecil berimimgrasi ke Miami, Amerika Serikat, bersama ayahnya pada 1994. Sang ayah hanya mengantongi uang US$700 saat itu, yang didapat dari nenek Sharapova. Ibunya, baru bisa menyusul ke Amerika pada 1996 karena terkendala masalah Visa.
Usia Sharapova yang saat itu belum genap 7 tahun membuatnya belum bisa masuk ke akademi tenis. Karenanya, sang ayah mengajarinya sendiri di lapangan tenis umum. Baru pada Desember 1995, Sharapova mendapat beasiswa akademi tenis di Nick Bollettieri, yang telah menelurkan petenis handal macam Andre Agassi, Boris Becker dan Williams bersaudara.
Pada April 2001, di usia yang ke 14, Sharapova telah mengikuti turnamen pro pertamanya.
3. Pasangan
Maria Sharapova telah bertunangan dengan seorang atlet basket yang bermain di klib Anadolu Efes di Turki, Sasha Vujacic. Namun Sharapova kemudian mengumumkan bahwa kisah asmara mereka berakhir.
Sejak 2012, Sharapova menjalin hubungan dengan petenis Bulgaria, Grigor Dimitrov yang berusia empat tahun lebih muda darinya. Sharapova mengatakan sebagai sesama petenis, Dimitrov sangat mengerti dan menghormati apa yang Sharapova lakukan. Hal itu menjadi alasan dia memutuskan menjalin kasih dengan petenis yang baru naik daun tersebut.
4. Penghasilan
Perempuan 28 tahun yang lahir pada 19 April 1987 ini pernah masuk dalam daftar 100 orang selebritis paling berpengaruh versi majalah Forbes. Dia juga dimasukkan dalam daftar atlet dengan penghasilan tertinggi selama lebih dari tujuh tahun oleh majalah tersebut.
Selama menjalani karir pro sejak 2001, Sharapova telah mengantongi US$35 juta atau sekitar Rp466,56 miliar uang hadiah dari pertandingan yang dia mainkan. Jumlah ini menjadikan dia sebagai petenis wanita terkaya kedua sepanjang sejarah, dibawah Serena Williams yang memiliki penghasilan lebih dari dua kali yang dimiliki Sharapova.
5. Kekayaan
Keyaaan yang dimiliki Sharapova tidak hanya berasal dari kerja keras yang dia hasilkan di lapangan tenis. Dia juga membawa banyak uang dari beragam brand yang menjadi sponsornya. Hebatnya, Sharapova telah mendapatkan penghasilan dari sponsor sejak baru berusia 11 tahun, pada 1997, dengan Nike yang menjadi sponsor pertamanya.
Dia mendapat kontrak selama 8 tahun dengan Nike yang memberinya US$70 juta atau sekitar Rp933,8 miliar. Pada 2010, masih bersama Nike, dia meluncurkan apparel bertema dirinya.
Setelah memenangkan gelar Wimbledon 2004, Motorola menggandengnya untuk mempromosikan hand phone mereka. Kecantikan dan popularitasnya juga membuat brand-brand besar lainnya tertarik untuk menjadikan Sharapova sebagai brand ambassador mereka, seperti Land Rover, Canon, Tag Heuer dan Tiffany & Co. Dari brand-brand ini, Sharapova mengantongi tak kurang dari US$12 juta atau sekitar Rp160 miliar pertahun.
Karenan penghasilannya ini, Sharapova pernah dinobatkan sebagai atlet wanita dengan penghasilan tertinggi di dunia dan selama beberapa tahun menjadi atlet dengan bayaran tertinggi di Rusia.
6. Bisnis
Pada 2012, Sharapova membuka perusahaan permen dengan brand Sugarpova. Dia mengucurkan dana sebesar US$500 ribu atau sekitar Rp6,66 miliar untuk bisnisnya ini. Pada enam bulan pertamanya, Sugarpova telah berhasil menjual 30 ribu bungkus permen Sugarpova.
Pada 2013, dia mengembangkan brand Sugarpova dengan merambah aksesoris fesyen. Saat ini, Sharapova juga memiliki bisnis parfum dengan brand Sugarpova.
7. Amal
Sharapova terlibat dalam proyek amal terkait tragedi meledaknya reaktor nuklir di Ukraina pada 1986, yang dikenal dengan tragedi Chernobyl. Dia juga menjadi duta PBB dalam program pengembangan Chernobyl sejak 2007.
Keterlibatannya dalam proyek Chernobyl dilandasi pengalaman orangtuanya yang harus kehilangan rumah di Gomel, dan pindah ke Nyagan, sebelah barat Siberia, akibat terkena dampak tragedi Chernobyl.
Selain itu, pemilik tinggi 188 cm ini juga mendirikan yayasan khusus anak muda yang terkena dampak tragedi tersebut. Diantara kegiatan yang dilakukan yayasan tersebut adalah memberikan beasiswa pendidikan tinggi bagi pemuda berbakat yang menjadi korban Chernobyl.
8. Hobi
Di waktu senggang, Maria Sharapova senang mengisi waktunya dengan membaca buku. Dia adalah penggemar cerita Sherlock Holmes dan Pippi Long stocking, serta memiliki koleksi lengkap dua cerita tersebut.
Sharapova juga hobi menyanyi dan menari. Jika sedang jemu, Sharapova juga memiliki hobi lain yang senang dia lakukan, yaitu nonton film atau tidur.
9. Kebiasaan
Sharapova memiliki kebiasaan berteriak yang khas saat memukul bola dalam pertandingan. Dia percaya teriakannya dapat meningkatkan konsentrasi, namun lawan-lawannya merasa terganggu dan berharap wasit melarang Sharapova berteriak seperti itu.
Jika gagal meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan, dia akan pergi belanja untuk melupakan kekecewaannya. Namun Sharapova akan berusaha keras untuk kembali meraih kemenangan.
10. Model
Paras dan tubuh cantik Sharapova sudah tak perlu lagi dibicarakan. Hal ini pula yang membuat dia kerap diminta untuk tampil menjadi model pada sejumlah majalah atau website fesyen.
Kecantikannya pernah menghiasi cover dan halaman majalah Esquire, Vogue, GQ, Sports Illustrated, serta majalah-malah fesyen dan pria lainnya.
Pada 2007, Sharapova mengalahkan Paris Hilton dan Keira Knightley dan terpilih sebagai wanita lajang paling bernilai versi FHM.