Gagal Rebut Set Kedua, Kunci Kekalahan Owi/Butet
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir hampir saja menapakkan kakinya di partai final kejuaraan Dunia BWF 2015. Sayang akibat kegagalan merebut satu poin di set kedua hal itu harus membuyarkan ambisi mereka.
Pasangan yang kerap disapa Owi/Butet mengatakan kekalahan di set kedua, membuat mereka seperti kehilangan fokus pada set ketiga, terlebih karena seharusnya Owi/Butet mampu mengakhiri pertandingan ketika mereka unggul lebih dulu 20-19 sebelum akhirnya malah berbalik menjadi 21-23.
“Satu poin itu parah banget, set ketiga kita terpengaruh. Set kedua harusnya menang, tapi malah kalah, itu kepengaruh sampai set ketiga. Set ketiga kita dapat instruksi supaya lebih fokus lagi, kita memang sudah gak mau mikirin kalah di set kedua. Tapi ya namanya manusia, kita susah buat gak mikirin set kedua tadi yang harusnya bisa kita menangin,” ujar Butet sapaan akrab Liliyana seusai pertandingan.
Menambahkan perkataan rekannya, Owi sapaan Tontowi mengatakan bahwa menurutnya dia dan Butet merasa kurang tenang saat poin-poin kritis 20-18, terlebih dukungan para supporter Indonesia yang sangat mengharapkan kemenangan mereka di set kedua.
“Saya merasa set kedua kita kurang tenang, masih gugup. Ada satu poin (20-18) yang kepengaruh sama penonton, itu bolanya di-rem aja bisa masuk. Musuh juga hari ini bermain tenang menghadapi kita,” jelas Owi.
Dengan kekalahan ini, Indonesia masih menyisakan tiga wakilnya untuk melangkah ke babak final Total BWF World Championship. Indonesia masih memiliki Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Nitya Krishina Maheswari (ganda putri), dan Lindaweni Fanetri (tunggal putri).