x

5 Fakta Menarik Pasca Kejuaraan Dunia 2015

Minggu, 16 Agustus 2015 21:53 WIB
Editor:

Pada ajang tahun ini Indonesia berhasil mengemas satu medali emas dan tiga medali perunggu. Tuan rumah berada di urutan kedua secara keseluruhan, di belakang juara umum Tiongkok. Medali emas diperoleh ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Sementara perunggu disumbangkan oleh Linda Wenifanetri (tunggal putri), Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (ganda putri) dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran). Prestasi ini tentu lebih baik dibandingkan tahun lalu dimana Indonesia hanya mendapat satu medali perunggu dari Tommy Sugiarto.

Tiongkok kembali menegaskan kedigdayaannya di cabang olahraga tepok bulu ini. Negeri Tirai Bambu berhasil membawa pulang tiga gelar juara masing-masing dari sektor tunggal putra (Chen Long), ganda campuran (Zhang Nan/Zhao Yunlei) dan ganda putri (Tian Qing/Zhao Yunlei).

Tiongkok hanya kehilangan gelar di sektor yang selama ini menjadi andalannya yakni tunggal putri dan gagal bersaing di kategori ganda putra. Terkait sektor tunggal, patut dicatat kesuksesan Chen Long (tunggal putra) menjadi juara sekaligus mengakhiri kutukan kurang beruntung wakil-wakil Tiongkok di Istora Senayan Jakarta.

INDOSPORT mengangkat sejumlah fakta menarik lainnya.


1. Lindaweni akhiri kutukan

Lindaweni memang gagal menjadi kampiun. Namun lolosnya Lindaweni ke babak semifinal Kejuaraan Dunia tahun ini merupakan sejarah baru. Itulah pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir tunggal putri Merah Putih mampu mencapai semifinal setelah terakhir kali diukir oleh sang legenda Susi Susanti.


2. Satu Juara Baru

Hasil kejuaraan tahun ini hanya sektor ganda putra yang punya juara baru. Di sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran, para juara bertahan yang tahun lalu merebut gelar juara dunia di Kopenhagen, Denmark, kembali mengulang sukses di Istora.

Zhang Nan/Zhao Yunlei kembali mempertahankan gelar. Demikian pun tunggal putri  Carolina Marin asal Spanyol.

Tunggal putra asal Tiongkok Chen Long kembali menjadi yang terbaik. Dan demikian pun Tian Qing/Zhao Yunlei sukses mempertahankan gelar ganda putri.


3. Pesona Marin

Carolina Marin sukses menjadi yang terbaik di sektor tunggal putri. Wakil asal Spanyol ini sukses menjadi ratu tepok bulu dunia untuk kedua kalinya. Torehan ini amat spesial karena Marin menjadi satu-satunya pebulutangkis non Tiongkok yang meraih gelar tersebut secara beruntun. Rekor sebelumnya dipegang oleh Han Aiping, Ye Zhaoying dan Xie Xingfang.

Tak hanya itu, saat pertama kali menjadi Juara Dunia tahun lalu di Kopenhagen, Denmark Marin baru berusia 21 tahun. Ia menjadi orang Eropa termuda yang menjadi Juara Dunia.

Tahun ini Sania Nehwal tak bernasib baik di Istora. Pebulutangkis asal India ini sejatinya ingin mengukir gelar pertama namun apa daya kandas di tangan Marin.


4. Hattrick Zhang/Zhao

Kemenangan ganda campuran Tiongkok Zhang Nan/Zhao Yunlei menandai dominasinya di sektor tersebut. Pasangan ini telah meraih tiga gelar Juara Dunia setelah sebelumnya di tahun 2011 dan 2014.


5. Wanita Perkasa

Nama Zhao Yunlei patut diangkat. Pemain serba bisa ini berhasil mempertahankan dua gelar Juara Dunia di nomor ganda campuran dan ganda putri. Padatnya jadwal dan pertandingan yang menguras energi, pemain kelahiran 25 Agustus 28 tahun silam ini mampu berjaya di dua nomor.

Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015Lindaweni FanetriHendra Setiawan/Mohammad AhsanCarolina MarinZhang Nan/Zhao Yunlei

Berita Terkini