(Prediksi) Pebulutangkis Indonesia Lolos Olimpiade Rio 2016
Berdasarkan dokumen peraturan kualifikasi yang diunggah di situs resmi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), di Olimpiade Rio nanti BWF membatasi jumlah maksimal peserta per negara, yaitu hanya 16 orang dengan ketentuan delapan perempuan dan delapan laki-laki. Jumlah atlet yang dikirim per nomor pun dibatasi. Di nomor tunggal, misalnya, sebuah tim nasional bisa mengirim maksimal dua atlet hanya jika dua atlet itu berada di 16 besar dunia. Sedangkan di nomor ganda, satu kontingen bisa mengirim maksimal dua pasangan hanya jika dua pasangan itu berada di 8 besar dunia.
Oleh karena itu para pebulutangkis Indonesia sedang gencar berburu poin dengan cara banyak mengikuti turnemen, dengan harapan minimal bisa bertahan di zona aman atau bahkan sedang mengejar peringkat yang lebih tinggi lagi agar bisa lebih aman hinga perhitungan poin ditutup bulan Mei 2016 mendatang.
Berikut prediksi INDOSPORT terkait para pebulutangkis yang berpeluang tampil di Olimpiade Rio 2016.
1. Tunggal Putra
Hingga saat ini, pemain non Pelatnas, Tommy Sugiarto yang menjadi pemain tunggal putra nomor satu Indonesia, yang masih terbilang aman untuk menuju Olimpiade 2016 dan diprediksikan akan lolos. Pasalnya, Tomy menjadi satu-satunya tunggal putra indonesa yang hingga bulan Oktober ini berada di 16 besar dunia, setelah memposisikan diri berada di rangking 12 dunia dengan perolehan poin sementara 49820 yang berhasil Tomy kumpukan,
Dan pemain non Pelatnas lainnya, Dionysius Hayom RUMBAKA yang saat ini menduduki peringgkat 2 tunggal putra Indonesia, diprediksikan akan menjadi wakil Indonesia di Olimpiade 2016 mendampingi Tomy. Namun hingga saat ini, Hayom masih harus kerja keras lagi untuk bisa ke zona aman 16 besar dunia. Pasalnya, hingga awal Oktober ini, hayom masih berada di peringkat 22 dunia dengan perolehan poin sementara 41960.
2. Tunggal Putri
Meski di sektor ini yang paling riskan untuk bisa mengirimkan wakilnya di Olimpiade 2016, karena sampai saat ini belum ada satu wakil pun di 16 besar dunia, namun tidak salahnya jika memprediksikan seorang Lindaweni Fanetri yang saat ini merupakan pemain tunggal putri nomor satu Inonesia yang berperingkat 22 dunia, diharapkan bisa terus tampil prima hingga bulan Mei 2016 mendatang.
Bukan tidak mungkin, pasca pencapaiannya meraih medali perunggu kejuaraan dunia bulan Agustus lalu, Linda bisa terus tampil mengejutkan di setiap turnamen yang ia ikuti sebelum penghitungan poin menuju Olimpiade 2016 ditutup, dan mampu menembus 16 besar dunia. Sampai saat ini, Linda mampu mengumpukan sebanyak 37705 poin.
3. Ganda Putra
Sejak Olimpiade 1992 Barcelona hingga Olimpiade 2012 London, sektor ganda purtra selalu tak pernah absen mengirimkan wakilnya di ajang perhelatan akbar Olimpiade.
Di Olimpiade 2016 Rio mendatang, selain diprediksikan bakal lolos kualifikasi, pasangan nomor satu Indonesia saat ini pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, juga prediksikan bakal menyumbang medali di Olimpiade mendatang, mengingat pencapaiannya meraih medali emas kejuaraan dunia bulan Agustus lalu, menjadikan sebagian pihak berharap dan optimis pada kedua ayah tersebut di Olimpiade 2016 mendatang.
Samapai saat ini, Hendra/Ahsan sudah mengumpulkan sebanyak 78417 poin, dibawah rivalanya asal Korea, pasagan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong yang bertengger di peringkat satu dunia dengan 96080 poin.
Selain Hendra/Ahsan, sektor ganda putra pun diprediksikan bakal mengirim satu wakilnya lagi lewat pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang saat ini masih berada di posisi 11 dunia dengan perolehan sementara 55790 poin.
Pasangan juara Singapura Open 2015 itupun di targetkan sang pelatih untuk bisa tembus delapan besar dunia sebelum Mei 2016, agar bisa lolos.
4. Ganda Putri
Greysia Polii/ Nitya Krishinda Maheswari, menjadi satu-satunya ganda putri yang samapai saat ini berada di zona aman menuju Olimpiade 2016 mendatang. Pasangan peraih medali emas Asian Games 2014 itu, di prediksikan bakal lolos ke Olimpiade tahun depan, karena keduanya sat ini berada di peringkat 5 dunia.
Selain itu, pasangan inipun rutin mengikuti turnamen, dan beberapa waktu terakhir ini, Greysia/Nitya selalu tampil stabil disetiap pertandingan. Terakhir keduanya berhasil menjuarai Korea Open Super Series 2015, yang merupakan gelar Super Series pertamanya bagi mereka. Sampai saat ini, Greysia/Nitya sudah mengumpulkan 69562 poin.
Namun sayang, sepertinya jauh harapan bakal ada wakil ganda putri Indonesia lainnya yang diprediksikan mampu menndampingi Greysia/Nitya di Olimpiade 2016 nanti. Pasalnya, pasangan ganda putri Indonesia dibawah Greysia/Nitya saat ini, terpaut peringkat yang cukup jauh.
Yang paling mendekati adalah pasangan non Pelatnas, Devi Tika Permatasari/Keshya Nurvita Hanadia yang sat ini berada di peringkat 34 dunia dengan 29620 poin.
5. Ganda Campuran
Seperti pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, pasangan ganda campuran nomor satu Indonesia saat ini, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga diprediksikan bakal lolos ke Olimpiade Rio de Jeneiro 2016 dan juga diprediksikan bakal membawa pulang medali.
Setelah gagal di Olimpiade London 2012 silam dengan hanya menduduki peringkat empat, Tontowi/Liliyanan masih berkesempatan untuk bisa mengobati kegagalannya itu tahun depan. Saat ini, keduanya berada di zona aman menuju Olimpiade 2016 Rio de Jeneiro, dengan menduduki peringkat 2 dunia dengan perolehan poin sementara, 82712, di bawah peringkat satu dunia saat ini asal Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei yang saat ini memperoleh 102935 poin.
Pada sektor ini pun, Indonesia diprediksikan akan mengirim dua wakil di Olimpiade tahun depan, lewat satu pasangan lagi, Praveen Jordan/Debby Susanto. Peraih medali emas Sea Games 2015 itu,meski saat ini berada di rangking 9 dunia dengan perolehan poin sementara 56412, dibawah pasangan Tiongkok, Lu Kai/Chnhuang Yaqiong yang saat ini memiliki poin sementara 61180 poin, diharapkan bisa lolos ke delapan besar sebelum Mei 2016 mendatang.