7 Butir Evaluasi Penurunan Performa Owi/Butet dan Hendra/Ahsan
Hendra/Ahsan menuai hasil buruk di dua ajang super series premier yakni Denmark Open dan China Open. Di Denmark Open mantan ganda nomor satu dunia ini keok dari ganda Tiongkok, Liu Cheng/Lu Kai yang secara peringkat jauh di bawah mereka.
Sementara itu di China Open Hendra/Ahsan gagal melewati babak kedua setelah kandas di tangan pasangan non unggulan asal Tiongkok Zhang Wen/Wang Yilv.
Penurunan yang sama dialami juga oleh Owi/Butet. Menyadari hal ini pihak PBSI telah melakukan evaluasi sebagaimana diangkat INDOSPORT di bawah ini.
1. Era gemilang
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pernah menduduki perigkat satu dunia pada akhir 2013 serta meraih dua gelar Juara Dunia pada tahun 2013 dan 2015 namun performa keduanya lambat laun menurun.
Owi/Butet merupakan Juara Dunia 2013 dan peraih gelar hattrick All England 2012, 2013 dan 2014. Tahun ini mereka gagal menyamai prestasi tahun lalu di ajang French Open Super Series 2014 dimana kala itu mereka keluar sebagai juara.
2. Kegagalan Owi/Butet
Di tahun ini, Tontowi/Liliyana ditundukkan oleh Keigo Sonoda/Naoko Fukuman dari Jepang di babak pertama.
Nasib pahit juga dialami di China Open Super Series Premier 2015. Keduanya kandas di babak pertama dari wakil Jerman, Michael Fuchs/Birgit Michels.
3. Jenuh
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky mengambil langkah awal dengan berdiskusi bersama Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi.
“Berdasarkan hasil pembicaraan saya dan Herry, sebetulnya tidak ada masalah dengan permainan Hendra/Ahsan, cuma Ahsan memang cenderung jenuh, inilah yang mau saya cari jalan keluarnya,” ujar Rexy seperti dilansir laman resmi PBSI.
Hal yang sama pun terjadi pada Owi/Butet. “Tontowi/Liliyana memang pasangan andalan, namun mereka bukan robot yang bisa menang terus. Mendekati olimpiade, jadwal pertandingan memang padat karena semua mau mengumpulkan poin, rasa jenuh pada Tontowi/Liliyana itu tentu ada,” ungkap Ricky Soebagdja, Kasubid Pelatnas PBSI.
4. Rasa percaya diri
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rexy Mainaky mengaku pihaknya akan memperkuat kepercayaan diri Hendra/Ahsan dengan membuat program tambahan.
“Kami akan membantu Hendra/Ahsan untuk memperkuat kepercayaan diri mereka, termasuk dengan mengadakan program tambahan yang membantu mereka mengatasi tekanan dan perubahan dari lawan,” tutur Rexy.
5. Jadwal latihan
Ricky mengaku solusi lain yang bias ditempuh adalah mengatur jadwal latihan dan pengiriman ke ajang turnamen dengan terlebih dahulu memastikan kesiapan pemain.
“Solusinya yang pertama adalah mengatur jadwal latihan dan pengiriman ke pertandingan. Kami harus mendapat komitmen dari atlet, kalau mereka siap akan berangkat, kalau tidak ya tidak berangkat, walaupun risikonya penalti untuk turnamen kelas premier,” tandas Ricky.
Meski demikian Ricky mengaku hal itu tak berarti atlet dapat seenaknya menyatakan bahwa mereka kurang siap untuk sebuah pertandingan, segalanya harus dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Ricky juga berharap pelatih dan atlet harus lebih terbuka mengenai kondisi masing-masing.
6. Usia bukan halangan
Meskipun prestasi tengah menurun, Ricky dan Rexy optimis para pemain andalan tersebut mampu melewati masa-masa sulit dan kembali ke performa terbaik. Soal Hendra dan Liliyana yang sudah tak muda lagi, Rexy mengatakan hal ini bukanlah suatu masalah.
“Saya rasa dengan sistem reli poin seperti ini, soal usia tidak banyak pengaruhnya. Lihat saja Lee Chong Wei dan Lin Dan yang sudah tidak muda tapi mampu bersaing dengan yang muda, mereka bermain di nomor tunggal pula,” ungkap Rexy.
7. Optimis
Rexy Mainaky menaruh kepercayaan pada para andalan itu untuk kembali meraih prestasi terbaik.
“Saya masih optimis dan saya lihat mereka masih punya peluang, yang harus kita lakukan adalah membuat mereka tetap fresh. Akan kami usahakan dalam waktu dua bulan sudah bisa terlihat hasil pembenahannya,” tandas Rexy.
Hal terpenting saat ini adalah mengamankan posisi kedua pasangan ini untuk tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 termasuk mendapat posisi terbaik saat penentuan daftar unggulan.