Lebih Dekat Anthony Ginting, Tunggal Masa Depan Indonesia
Tampil di Hong Kong Open Anthony melangkah dari babak kualifikasi. Namun perlahan tapi pasti terus merangsek hingga menjejakkan kaki di babak semifinal setelah mengalahkan Kazumasa Sakai asal Jepang. Di babak sebelumnya Anthony membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan keempat Kento Momota asal Jepang.
Bertinggi badan 1,71 cm, Anthony tak gentar menghadapi lawan yang lebih jangkung seperti diperlihatkan saat menghadapi Tian Houwei di babak semifinal. Meski akhirnya kandas dari Tian, Anthony mampu menunjukkan permainan ciamik.
INDOSPORT coba menguak lebih jauh sosok pebulutangkis masa depan Indonesia ini.
1. Kelahiran Cimahi
Anthony lahir di Cimahi, Jawa Barat pada 20 Oktober 18996. Meski lahir di Cimahi ia memiliki garis keturunan Karo dari sang ayah.
2. Awal karir
Ia mulai meraih prestasi bulutangkis sejak duduk di bangku SD. Pada tahun 2008 ia memenangi kompetisi MILO School Competition kategori tunggal putra. Empat tahun kemudian ia kembali jadi juara di ajang yang sama pada kategori tingkat SMP.
Pada tahun 2012 ia menjadi semifinalis Kejuarnas. Pada tahun yang sama ia menjuarai Sirnas Surabaya dan Sirnas Bandung.
3. Naik kelas
Sejak tahun 2013 Anthony naik kelas, tampil di kempetisi senior. Ia tercatat pernah berlaga di Indonesia Open Grand Prix Gold, Vietnam International Challenge dan Maldives International Challenge.
4. Level dunia
Pada tahun 2014 Anthony mengikuti kejuaraan BWF World Junior Championships dan berhasil meraih medali perunggu untuk nomor tunggal putra.
Pada tahun yang sama menggondol medali perunggu di ajang Youth Olympic Games.
5. Kejuatan
Sejak tampil di level senior, Anthony terus menunjukkan prestasi. Pebulutangkis rangking 41 dunia ini pernah menaklukkan sejumlah pebulutangkis top dunia seperti ditunjukkan di Hong Kong Terbuka 2015 saat menyingkirkan tunggal putra nomor dua dunia Kento Momota.