x

(ANALISIS) Match Fixing Benar Terjadi di Cabang Tenis

Jumat, 29 Januari 2016 23:15 WIB
Editor:

Meski tidak membuat publik geger seperti saat terungkapnya kasus mafia di tubuh FIFA namun laporan investigasi yang dilansir BuzzFeed terkait adanya dugaan match fixing di olahraga tenis membuat publik cukup terhenyak. 


Ilustrasi olahraga tenis

Sorotan dunia internasional pun terarah kepada ajang yang kini tinggal menyisakan partai pamungkas, turnamen Australia Terbuka 2016. Pasalnya BuzzFeed menyebut bahwa turnamen berlabel grand slam ini jadi tempat untuk terjadinya transaksi match fixing. 


Ilustrasi match fixing tenis

Sejumlah petenis dunia yang namanya terkait sudah membantah adanya hal tersebut begitu juga dengan pejabat tinggi tenis dunia. Mereka menampik jika ada praktek kotor match fixing di olahraga tenis. 

Namun seperti dilansir dari economist.com, ada sejumlah faktor yang memperkuat bahwa memang benar terjadi kasus match fixing di tenis. Apa saja faktor tersebut? berikut pemaparannya untuk pembaca setia INDOSPORT: 


1. Pola ekonomi terbalik

Novak Djokovic

Jika dilihat dari sudut pandang ekonomi sangat tidak masuk akal jika ada petenis dunia yang memiliki harta berlimpah mau ikut dalam kasus match fixing. Ambil contoh, kekayaan Roger Federer tahun lalu mencapai angka 67juta dolar AS, Novak Djokovic ada dibawahnya yakni 48juta dolar AS. Artinya dengan jumlah kekayaan sebesar itu, apakah ada penjudi yang siap untuk menawarkan jumlah uang besar untuk mengatur pertandingan sesuai keinginan mereka? 

Namun sebuah studi pada 2014 yang dilakukan oleh Federasi Tenis Internasional menyebutkan bahwa lebih dari setengah uang yang didapat seorang petenis jika menang di satu turnamen dihabiskan untuk budget pengeluaran. Di angka kasar, seorang petenis disebut akan habis dana sebesar 40ribu dolar AS per tahun hanya untuk perlangkapan tenis dan perjalanan dari satu turnamen ke turnamen lainnya. 

Untuk tingkatan petenis di level jauh dibawah Djokovic dan Federer, pendapatan mereka harus lebih dinaikkan untuk bisa imbangi neraca keuangan. Dengan cara apa? salah satunya tentu mengambil godaan dari mafia judi yang doyan mengatur pertandigan sesuai dengan harga pasar. 


2. Petenis non unggulan

Ilustrasi match fixing tenis

Menyambung di faktor pertama, petenis non unggulan akan dengan mudah tidak tercurigai jika mereka jadi aktor match fixing di lapangan tenis. Pasalnya kekalahan mereka seperti jadi hal lumrah terjadi. 

Namun ditingkatan pemerhati tenis akan sangat mencurigakan jika ada seorang petenis yang ikut turnamen tenis internasional namun lebih doyan mengoleksi angka kekalahan dibanding menang. Untuk menutup kecurigaan tersebut banyak tertuduh pelaku match fixing lebih sering ikut turnamen tenis yang kurang bergengsi. 

economist.com menyebutkan bahwa sebuah rumah judi, Pinnacle pernah merilis laporan yang menyebutkan bahwa partai ganda campuran ialah salah satu pertandingan yang jarang diminati oleh para penjudi dan jadi labang subur untuk terjadinya match fixing. 


3. Pasar Taruhan

Ilustrasi match fixing tenis

Pada kondisi masyarakat saat ini yang terhimpit dari sisi ekonomi, kasus match fixing merupakan jalan pintas untuk mereka memperbaiki kondisi perekonomian mereka. Dari sisi perusahaan bermodal besar, mereka membutuhkan itu untuk memaksimalkan probalitas neraca keuangan mereka. 

Publik harus bisa melihat bahwa pasar taruhan olahraga ialah 'limbah utama' dari praktek jahat match fixing dimana hanya mereka yang memiliki akses ke informasi rahasia (pelaku dilapangan/atlet) dapat membuat keuntungan sedangkan pelaku taruhan olahraga berskala kecil hanya mendapat recehan dari perputaran uang yang jauh lebih besar. 

Novak DjokovicRoger FedererPengaturan Skor Pertandingan (match fixing)In Depth Sports

Berita Terkini