5 Pebulutangkis Indonesia yang Gagal Juarai All England
Indonesia punya sejarah manis dalam olahraga bulutangkis dunia. Indonesia pernah melahirkan tunggal putra yang sangat ditakuti oleh lawan-lawannya.
Bahkan, Rudy Hartono merupakan satu-satunya pebulutangkis yang mampu menjuarai All England sebanyak delapan kali.
Meski demikian, ada sejumlah pemain bulutangkis Indonesia yang tidak pernah merasakan manisnya gelar juara All England.
Berikut ini, INDOSPORT coba ulas beberapa tunggal putra Indonesia yang gagal menjadi juara di All England:
1. Taufik Hidayat
Taufik Hidayat merupakan salah satu pebulutangkis andalan Indonesia dari awal 2000an. Berbagai gelar juara berhasil diraih pebulutangkis kelahiran Bandung tersebut.
Salah satu prestasi terbaik yang pernah diraih Taufik adalah meraih gelar juara di ajang Olimpiade Athena pada tahun 2004 dan kejuaraan dunia di tahun berikutnya.
Namun ada satu kejuaraan yang belum pernah dirasakan oleh Taufik. Dia tidak pernah meraih gelar juara All England.
Pemain yang pernah menempati peringkat pertama dunia tersebut tercatat pernah dua kali menembus partai final, namun selalu kandas.
2. Icuk Sugiarto
Pada 1980an, Icuk Sugiarto merupakan pemain bulutangkis yang ditakuti lawan-lawannya. Berbagai gelar juara pernah diraih termasuk medali emas di ajang kejuaraan dunia dan Asian Games.
Sayang, legenda bulutangkis Indonesia itu tidak mampu menorehkan prestasi maksmimal di turnamen All England.
Icuk pernah mencapai final pada tahun 1987. Sayang, ambisi pemain kelahiran Surakarta tersebut ditaklukan pemain asal Denmark, Morten Frost.
3. Hendrawan
Hendrawan juga salah satu pemain bulutangkis terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Berbagai gelar bergengsi pernah diraih olehnya.
Mulai dari medali emas di Asian Games sampai Kejuaraan Dunia tahun 2001 di Sevilla, Spanyol. Namun, ada satu kejuaraan yang belum pernah diraih olehnya.
Pemain yang lahir pad a27 Juni 1947 tersebut belum pernah meraih gelar juara di All England. Perjalanannya kandas di babak perempatfinal setelah dikalahkan pemain asal China.
4. Joko Suprianto
Joko Suprianto dikenal sebagai salah satu tunggal terbaik, tidak hanya di Indonesia tapi kelas dunia di era 1990an.
Periode itu, Indonesia sangat mendominasi berbagai turnamen di sektor tunggal putra. Namun, pemain yang pernah menempati peringkat pertama dunia itu tidak pernah menjuarai All England.
Joko memang sempat menembus partai final di turnamen tingkat dunia tersebut. Namun, pemain kelahiran 6 Oktober 1966 tersebut dikalahkan oleh rekan senegaranya Haryanto Arbi di partai puncak.
5. Alan Budikusuma
Selain Joko Suprianto, Indonesia juga pernah memiliki atlet tunggal putra yang tidak mudah ditaklukan. Dia adalah Alan Budikusuma.
Pemain kelahiran 29 Maret 1968 juga pernah merajai sejumlah turnamen dunia termasuk medali emas Olimpiade Barcelona 1992.
Sayang, Alan belum pernah sekalipun merasakan gelar juara bergengsi All England.