Minta Maaf, Pebulutangkis Nomor Satu Jepang Berurai Air Mata
Tepat pada hari Kamis, 7 April 2016 kemarin, Kento Momota dan Kenichi Tago mengaku jika mereka terlibat perjudian ilegal, sehingga kabar ini pun mengejutkan dunia olahraga bulutangkis, khususnya di tempat asal mereka, Jepang.
Tidak lama kemudian, setelah membuat pengakuan tersebut, keduanya melakukan konferensi pers di Tokyo, untuk menyampaikan permintaan maaf.
Kenichi Tago (kiri) dan Kento Momota saat dalam konferensi pers.
“Hal ini benar-benar sangat disesalkan karena saya telah melakukan masalah seperti itu, saya sudah mengkhianati banyak orang, termasuk mereka yang membesarkan saya, masyarakat di Prefektur Fukushima (tempat kelahirannya), dan asosiasi pendukung,” ujar Momota dilansir dari Japantimes.
Kento Momota, pebulutangkis Jepang yang terlibat perjudian.
Hal senada juga diungkapkan oleh kompatriotnya Kenichi Tago, ia mengakui sebenarnya tindakan yang dilakukannya salah, namun pebulutangkis berusia 26 tahun itu tak kuasa untuk mengendalikan dirinya.
“Saya sadar hal itu adalah tindakan yang tidak boleh anda lakukan, tetapi saya tidak dapat menahan diri,” tambah Tago sambil mengusapkan air matanya.
Kenichi Tago, tak kuasa menahan tangisnya dalam konferensi pers.
Atas kasus ini pun membuat keduanya terancam tidak dapat tampil di Olimpiade Rio de Janeiro Brasil yang rencananya akan digelar dari tanggal 5-21 Agustus 2016 mendatang.
Menurut laporan dri Japantimes, asosiasi bulutangkis Jepang, Nippon Badminton Association akan mengadakan pertemuan dengan beberapa petinggi untuk membahas kasus tersebut. Kabarnya, nama Tago dan Momota akan dicoret menyusul kasus yang mereka lakukan.
“Sudah impian saya sejak kecil untuk bersaing di Olimpiade dan memberikan yang terbaik di dalamnya, saya rasa jika saya dapat mengerahkan seluruh tenaga dan keberanian untuk masyarakat Fukushima Prefectur. Tapi karena tindakan ceroboh saya, saya gagal memenuhi harapan mereka dan saya sangat menyesalinya,” sambung Momota.
Kenichi Tago dan Kento Momota menyampaikan permintaan maaf atas tindakan mereka.
Ucapan dari Momota itu membuat Kenichi Tago semakin tak kuasa menahan rasa sedihnya, menurutnya dirinya yang menyebabkan Momota berpeluang batal tampil di Olimpiade.
“Ini semua tanggung jawab saya telah membawa Momota dalam situasi ini, dia sedang mempersiapkan diri untuk Olimpiade dan saya benar-benar merasa kasihan padanya,” lanjut Tago.
Kenichi Tago (kiri) berharap agar hukuman Kento Momota diringankan.
“Saat ini dia (Momota) salah satu pemain top dunia, saya akan mengambil hukuman yang diberikan, saya terima jika saya tidak dapat bermain bulutangkis lagi, tapi jujur aneh saya dapat mengatakan hal ini, saya ingin Momota diberikan satu kesempatan lagi,” Tutupnya.