Berburu Pebulutangkis di Kandang Juara
Inilah yang menjadi alasan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis digelar di Kota Pahlawan.
Audisi yang pertama kali dihelat di Surabaya akan berlangsung, 23-25 April. Pebulutangkis muda dari berbagai kabupaten dan kota di Jatim pun sudah hadir di GOR Sudirman untuk melakukan daftar ulang. Proses ini adalah tahap pertama untuk bisa ikut serta dalam perburuan beasiswa bulutangkis.
"Tahun ini kami memilih Surabaya karena menjadi salah satu lumbung atlet nasional. Kami berharap bisa muncul pebulutangkis level dunia dari Surabaya," ujar Budi Darmawan, Program Manager Djarum Foundation pada konferensi pers.
Tercatat sudah ada 376 atlet muda dipastikan akan mengikuti Audisi Umum yang akan dimulai, besok pagi. Mereka berasal dari 32 Kota dan Kabupaten di sekitar Jatim, empat atlet dari Bali, satu dari Kalimantan Selatan, satu dari Kalimantan Tengah dan empat atlet diantaranya berasal dari Papua.
"Audisi Umum kali ini pun akan menjadi sebuah investasi jangka panjang, kami ingin membidik medali Olimpiade di tahun 2020 dan 2024, semoga nanti ada atlet yang lolos Audisi Umum bisa sukses di pesta olahraga sejagat itu. Kami ingin mengajak atlet-atlet muda ini untuk menapaki jenjang juara," kata Budi.
Sementara itu, keseriusan PB Djarum untuk menjaring atlet muda berbakat dari bumi Jer Basuki Mawa Bea mendapat apresiasi dari Pengprov PBSI Jatim. Tahun lalu saat digelar di Jember, Jatim meloloskan enam atlet ke Kudus.
"Tahun lalu, ada 6 pebulutangkis Jatim yang lolos ke Kudus. Kami sudah ada kesepakatan dengan PB Djarum, atlet-atlet tersebut tetap beridentitas Jatim. Kami serahkan kepada orang tua masing-masing atlet untuk tetap belajar di PB Djarum atau kembali ke Jatim. Pada prinsipnya, PBSI Jatim hanya memfasilitasi," tandasnya.
Tim pencari bakat PB Djarum yang akan memantau langsung bakat-bakat muda di GOR Sudirman ini berkekuatan 12 orang. Fung Permadi selaku ketua tim pemandu bakat membawa 11 legenda dan pelatih PB Djarum lainnya.
Mereka adalah Liem Swie King, Johan Wahyudi, Bobby Ertanto, Denny Kantono, Eddy Prayitno, Basri Yusuf, Vita Marissa, Maria Kristin Yulianti, Sigit Budiarto, Ade Lukas, dan Engga Setiawan.