x

Mengenal Tiara Rosalia Nuraidah, Calon Bintang Muda Tim Uber Indonesia

Rabu, 4 Mei 2016 21:14 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra

Cedera lutut yang dialami Nitya Krishinda Maheswari seolah menjadi berkah tersendiri bagi Tiara Rosalia Nuraidah. Pebulutangkis muda ini dipercaya Pelatnas PBSI untuk menggantikan posisi seniornya tersebut.

Atlet perempuan 22 tahun ini sebelumnya pernah dipercaya untuk mewakili Indonesia di Piala uber pada 2014 lalu. Dara Garut  ini memiliki bakat bulutangkis dari kedua orang tua yang memang menyukai permainan 'tepok bulu'.


Tiara Rosalia Nuraidah (kanan) sempat berpasangan dengan Praveen Jordan, juara All England 2016.

Peraih medali emas di kejuaraan Asia Junior Championship itu kerap berganti-ganti pasangan di nomor ganda putri maupun di ganda campuran. Bahkan Tiara pernah berpasangan dengan juara All England 2016 ini, Praveen Jordan.

Penasara dengan kiprah atlet muda berparas menawan yang siap menjadi bintang bulutangkis masa depan ini? Berikut profil singkat dariTiara Rosalia Nuraidah yang coba diulas INDOSPORT:


1. Awal Karier

Tiara Rosalia Nuraidah dalam sebuah turnamen.

Tiara  pertama kali masuk ke klub bulutangkis di usia enam tahun dengan bergabung bersama Klub Haruman. Meski sudah masuk klub, bulutangkis bukan satu-satunya olahraga yang ia geluti waktu itu.

Sejak kelas 1 hingga 6 SD ia juga aktif bermain voli untuk sekolahnya. Setelah itu, Tiara kemudian mulai fokus ke olahraga tepok bulu tersebut. 

Kedua orang tua Tiara juga ternyata memang suka bermain bulutangkis. Hal itu pula yang membuat atlet cantik tersebut 'ikut-ikutan', sehingga tak butuh waktu lama hingga ia benar-benar menyenangi olahraga ini.

Karena memiliki potensi, sejak kelas 4 SD Tiara sudah diincar salah satu klub besar Jawa Barat, Mutiara Bandung. Ia pun mengikuti turnamen atas nama Mutiara, namun tetap berlatih di Haruman dan tinggal di Leuwigoong.

Setelah lulus SD gadis 22 tahun tersebut kemudian pindah ke Bandung. Setahun pertama, ia tinggal di markas Mutiara yang berlokasi di Jalan Irsyad.

Hingga 2006, ia pindah ke markas Mutiara di Cipedes, Bandung. Saat berusia 13 tahun itulah ia bertemu Suci Rizki Andini, pasangan mainnya di ganda putri.


2. Sering Berganti Rekan

Tiara Rosalia Nuraidah (kanan) saat berpasangan dengan Gebby Ristiani Imawan.

Di awal kariernya Tiara kemudian dipasangkan dengan Suci Rizki Andini di ganda putri, saat keduanya menimba ilmu di klub Mutiara Bandung. Akan tetapi, pasangan ini tak luput dari strategi bongkar pasang.

Tiara harus beberapa kali berpisah dari Suci namun ujung-ujungnya kembali berpasangan lagi.Saat masuk pelatnas pada 2009, mereka pun kembali dipisah.

Pebulutangkis yang memiliki pegangan ditangan kanan ini kemudian dipasangkan dengan Gebby Ristiani Imawan, sedangkan Suci dengan Della Destiara Haris. Tapi cerita lama terulang kembali, di tahun 2014 lalu pasangan Suci/Tiara kembali dipatenkan.

Namun hal itu tidak bertahan lama, Tiara kembali disandingkan dengan Gebby. Bahkan cewek kelahiran Garut tersebut penah juga menjajal nomor ganda campuran saat dipasangkan dengan Ronal Alexander di 2011 dan kemudian sempat bersama juara All England, Praveen Jordan juga di tahun yang sama.


3. Pertahankan Budaya Tradisional

Tiara Rosalia Nuraidah masih mempertahankan tradisi unik sebelum bertanding.

Ada cerita menarik ketika tiap kali Tiara hendak tampil di sebuah turnamen, keluarganya selalu mengadakan syukuran. Bukan yang besar-besaran, tetapi cukup dengan mengundang tetangga sekompleks.

Sejak kecil, dukungan orangtua Tiara memang tak main-main. Saat hamil tujuh bulan, sang ibu bahkan masih sempat mengantarkan Tiara mengikuti Sirkuit Nasional Tegal 2004.

Beruntung saat itu Tiara jadi juara. 

"Untung waktu itu saya juara, kalau nggak bisa durhaka saya," ucapnya seperti dilansir dari Berita Satu.

Selain itu peraih medali perunggu pada Asia Championship 2011 lalu itu juga memiliki kebiasaan yang lain, dimana dia lebih suka rileks dari pada terpaku serius dan fokus jelang pertandingan. Satu hal yang wajib adalah tidur nyenyak sehari sebelum pertandingan.

Sahabatnya di dalam pelatnas, Bellaetrix Manuputty, sudah hafal betul tabiatnya itu.

"Jadi kalau pagi-pagi misalnya pada ngebangunin, Kak Bella enggak. Udah aja dibiarin tidur. Sama dia mah udah hafal banget, udah nggak bisa bohong," ungkap gadis yang punya satu adik laki-laki dan adik perempuan.


4. Idolai Pebulutangkis China

Tiara Rosalia Nuraidah mengidolai Ma Jin, pebulutangkis asal China.

 Nama pebulutangkis Ma Jin, pemain spesialis ganda asal Tiongkok menjadi idola Tiara. Atlet nasional ini menyatakan kagum dengan permainan depan net Ma Jin.

Selama bertanding di kelas dewasa, gadis bertinggi 165 cm ini menganggap pertandingan paling berkesan adalah saat kalah dari Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Kekalahan dari pasangan Jepang ini terjadi saat perempat final Singapura Terbuka Super Series 2014 lalu.

Pertandingan itu berlangsung selama 91 menit. Waktu yang sama dengan sebuah pertandingan sepakbola.

"Itu pas set ketiga bola udah saya angkat tinggi-tinggi biar bisa ambil nafas bentar. Suci juga udah capek, tapi masih sanggup smash keras. Tapi ya, Jepangnya itu mau di-smash kaya gimana nggak mati-mati. Kalah sih, tapi udah puas sama mainnya," tuturnya.


5. Target ke Olimpiade

Tiara Rosalia Nuraidah (kanan)

Tiara rupanya tidak mau separuh hati di dunia bulutangkis. Atlet muda ini berani memasang target  untuk bisa meraih medali emas Olimpiade, SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, dan All England.

Hal tersebut juga menjadi satu alasan peraih medali emas pada Asia junior Championship 2011 lalu untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Jalan untuk menuju ke sana bisa sudah dibilang terbuka lebar, tahun ini dirinya diberi kepercayaan untuk menjadi salah satu wakil indonesia di putaran final Piala Uber.

"Saya bangga sekaligus terkejut saat ditunjuk masuk dalam tim Uber. Saya berusaha bermain sebaik mungkin karena telah dipercaya tim," ujar Tiara.

Piala UberNitya Krishinda MaheswariTiara Rosalia Nuraidah

Berita Terkini