x

Ambisi Besar Murray Kubur Rencana Golden Slam Djokovic

Jumat, 17 Juni 2016 15:51 WIB
Editor: Ramadhan

Murray memang kembali dilatih Ivan Lendl setelah terakhir kali keduanya bekerjasama medio 2011 hingga 2014 yang lalu. Kembali dilatih Lendl, Murray memang terlihat seperti mendapatkan energi postitif lagi.

Bahkan keduanya sudah memasang target tinggi. Lendl berharap bisa membawa Murray meraih gelar Wimbledon tahun ini. Tak hanya itu, bersama Lendl, Murray juga berambisi bisa merusak rencana rivalnya, Novak Djokovic untuk meraih golden slam.

Maklum, Djokovic baru saja melengkapi gelar grand slam-nya dengan meraih gelar juara di ajang Prancis Terbuka 2016.


Andy Murray saat berlatih bersama sang pelatih Ivan Lendl

Gelar itu membuat Djokovic saat ini sudah berhasil menyapu bersih 4 gelar grand slam secara bersamaan yakni Wimbledon 2015, AS Terbuka 2015, Australia Terbuka 2016, dan Prancis Terbuka 2016.

Hebatnya lagi, setelah menggenggam 4 gelar grand slam secara bersamaan tersebut, Djokovic justru semakin dekat untuk menorehkan catatan emas, golden slam. Petenis nomor satu dunia itu wajib menyempurnakan gelar tersebut dengan meraih medali emas Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Dari 4 gelar grand slam yang diraih tahun ini, Murray bahkan harus dua kali dipecundangi Djokovic di partai final. Maka dari itu, Lendl tak akan membiarkan Djokovic meraih golden slam sehingga ia dan Murray berambisi merusak rencana Djokovic tersebut.


Novak Djokovic saat berhasil meraih gelar Prancis Terbuka 2016

“Di tenis, ada karir grand slam, 4 gelar berturut-turut, ada kalender Grand Slam dan Golden Slam. Dia (Djokovic) memiliki kesempatan untuk melakukan itu (meraih 4 gelar grand slam dalam setahun) tahun ini,” kata Ivan Lendl seperti dikutip dari Newsweek.

“Jelas, Andy (Murray) dan saya ingin merusak rencana Djokovic tersebut jika kami bisa,” tegas Lendl.

“Jika Anda kembali dalam sejarah, ada yang meraih 4 grand slam secara bersamaan yakni Don Budge pada 1938 dan Rod Laver tahun 1962 dan 1969,” jelasnya.


Novak Djokovic saat berhadapan dengan Andy Murray

“Namun, saya tidak percaya aka nada pemain lain yang bisa meraih pencapaian serupa yakni meraih 4 gelar grand slam,” tandasnya.

“Itu belum pernah dilakukan selama hampir 50 tahun, dan belum pernah dilakukan siapapun kecuali dua orang itu, jadi Anda harus menghormatinya,” tambahnya.

Murray sendiri baru saja memastikan langkah ke babak perempatfinal setelah mengalahkan petenis sesame Inggris, Aljaz Bedene dengan skor 6-3 6-4. Di perempatfinal, Murray akan berhadapan kembali dengan petenis Inggris, Kyle Edmund.

Grand SlamWimbledonAndy MurrayOlimpiadeNovak DjokovicOlimpiade 2016Olimpiade Rio de JaneiroIvan Lendl

Berita Terkini