Fakta Menarik Jelang Laga Tontowi/Liliyana vs Zhang/Zhao di Semifinal Olimpiade 2016
Ganda campuran yang menjadi andalan Indonesia untuk meraih medali di Olimpiade 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terlebih dulu harus melewati hadangan unggulan pertama, Zhang/Zhao pada laga semifinal cabang bulutangkis Olimpiade Rio 2016 nanti.
Secara pertemuan, kedua pasangan tersebut sudah saling berhadapan sebanyak 18 kali. Dengan catatan kemenangan, Owi/Butet masih tertinggal 5-13 dari Zhang/Zhao.
Meski demikian hal tersebut membuat pasangan China diatas angin. Zhao Yunlei sendiri pernah menyatakan bahwa laga melawan Owi/Butet seperti menjalani pertempuran.
Pasangan Indonesia dan China itu saat ini tercatat sebagai ganda campuran di posisi 3 besar dunia. Tontowi/Liliyana di peringkat tiga dengan 74.910 poin sementara Zhang/Zhao di urutan pertama dengan 85.820 poin.
Jelang pertandingan sarat gengsi tersebut, INDOSPORT mencoba merangkut fakta menarik seputar kedua pasangan ini:
1. Owi/Butet Tertinggal Jauh dari Zhang/Zhao
Meski secara rekor pertemuan tertinggal jauh dalam catatan kemenangan, namun hal tersebut tidak menjadi masalah utama bagi andalan Tanah Air ini.
“Seperti yang kita udah tahu, kami sudah sering ketemu. Untuk besok, kami anggap kosong-kosong aja, saya nggak mau mikir tentang kekalahan dan kemenangan kami, sekarang kami ingin mempelajari pertandingan mereka dan besok harus fight,” ujar Tontowi Ahmad.
“Mereka pemain yang sudah berpengalaman dan ketenangan mereka cukup bagus. Jadi kami harus bisa mengadu itu,” sambungnya.
Jelang laga sengit babak semifinal Olimpiade Rio 2016, Liliyana juga menegaskan bahwa mereka akan meningkatkan dua hal yang akan menjadi faktor penting pada laga nanti.
“Siapa yang lebih siap, itu yang menang. Kami tinggal mental sama fokusnya aja yang dimantepin lagi,” ujar Liliyana.
Pasangan Indonesia terakhir kali menang pada All England 2014 lalu, di mana Tontowi/Liliyana menang dua set langsung dengan skor 21-13 dan 21-17.
Sedangkan pada pertemuan terakhir, Zhang/Zhao menang dramatis meskipun tertinggal pada set pertama. Pasangan China itu menang 16-21, 21-9, dan 21-17, bahkan dalam 8 pertemuan terakhir wakil Indonesia tidak pernah bisa menang atas pasangan China tersebut.
2. Owi/Butet Pernah Kalahkan Zhang/Zhao dalam 2 Final Beruntun
Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya memenuhi ambisi untuk mencetak "hattrick" di All England.
Gelar yang diraih di National Indoor Arena, Birmingham, pada Maret 2014 lalu itu melengkapi gelar serupa yang diraih pada 2012 dan 2013 silam.
Ada fakta menarik dari kemenangan pasangan yang akrab disapai Owi dan Butet tersebut, mereka kembali menjadi juara setelah mengalahkan pasangan nomor satu dunia asal Tiongkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Zhang/Zhao merupakan lawan yang sama di final All England tahun 2013 lalu. Uniknya skor kemenangan Owi/Butet pun sama persis seperti tahun 2013, yakni 21-13, 21-17. Tak cukup sampai di situ, durasi pertandingan pun sama persis, 42 menit, bahkan catatan poinnya pun sama
Gelar ketiga beruntun di All England itu menjadi catatan sejarah di perbulutangkisan Indonesia. Tontowi dan Liliyana menjadi ganda campuran pertama yang bisa mencetak "hattrick" di salah satu ajang bergengsi tersebut. Pemain Indonesia lain yang pernah mencatat prestasi serupa adalah Rudy Hartono (1968-1974) dan Tjun Tjun/J. Wahjudi (1977-1980).
3. Zhao Yunlei Akui Lawan Liliyana Layaknya Sebuah Pertempuran
Meski lebih unggul jauh dari statistik kemenangan atas Tontowi Ahmad/Liliyana, pasangan China yang diwakili oleh Zhao Yunlei mengakui bahwa pertemuan dengan Owi/Butet layaknya sebuah pertempuran lantaran persaingan yang ketat.
“Jika bertemu mereka (Tontowi/Liliyana) selalu ketat banget. Pasti setiap bertemu ada pertempuran dan selalu ada yang menang dan kalah,” ujar Zhao Yunlei.
Saat ditanya apa kelemahan dari pasangan Tontowi/Liliyana, menurutnya hal itu sangat sulit. Pasalnya kemenangan yang ia raih dari pasangan Indonesia pun tidak mudah. Dalam pertandingan melawan Tontowi/Liliyana, ia dan pasangannya, Zhang Nan, harus berusaha ekstra keras untuk mengalahkannya.
“Sulit sekali untuk mengetahui kelemahan mereka. Pertandingan dengan mereka, harus setengah mati. Jadi saya tidak bisa ngomong apa kelemahan mereka,” tandas atlet 29 tahun itu.
Pertemuan kedua pasangan tersebut pada babak semifinal Olimpiade Rio 2016 ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya pada Mei lalu Owi/Butet harus kalah dalam pertarungan 3 babak dengan skor 21-16, 9-21, dan 21-17.