Pelatih Sayangkan Duel Dini Praveen/Debby vs Tontowi/Liliyana
Tontowi/Liliyana yang merupakan juara grup C, sedangkan Praveen/Debby jadi runner up grup A. Hasil pengundian mempertemukan dua pasangan ganda campuran tersebut.
Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky pun menyayangkan hasil undian kali ini. Padahal, Richard berharap dua pasangan Indonesia ini bisa terpecah menghadapi lawan dari negara lain.
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menyapu bersih semua pertandingan di babak penyisihan grup.
“Sayang banget kalau harus bertemu di babak delapan besar. Karena kedua pasangan tersebut mainnya lagi bagus. Kalau dipisah, kita bisa punya chance lebih,” kata Richard.
“Tapi kalau harus ketemu satu tiket semifinal sudah aman. Di semifinal, siapapun yang menang, ya itu yang kita harap bisa merebut medali,” sambungnya dalam rilis yang didapat INDOSPORT.
Meski menyayangkan “perang saudara” yang terjadi lebih awal, kedua pasangan ini mengaku akan tetap all out dalam pertandingan.
“Ya sebenarnya sangat disayangkan. Tapi ambil positifnya saja, jadi wakil Indonesia sudah pasti ada di semifinal. Rekor pertemuan unggul kami 2-0. Kalau buat saya dan Owi siapa aja yang sudah masuk delapan besar, harus siap mau ketemu siapa aja,” ujar Liliyana.
Praveen Jordan/Debby Susanto ketika sedang beraksi di lapangan.
Tontowi/Liliyana dan Jordan/Debby sebelumnya sudah dua kali berhadapan di lapangan pertandingan. Yaitu di Korea Open Super Series 2015 dan Indonesian Masters 2015. Keduanya dimenangkan oleh Tontowi/Liliyana.
“Pastinya sayang ya harus ketemu temen sendiri. Tapi apapun hasil drawingnya yang pasti kita tetep fight, dan satu tiket sudah pasti untuk Indonesia,” ujar Tontowi.
“Kami mau main yang terbaik saja dulu. Pengen bisa keluarin seluruh kemampuan terbaik. Dan pengen menikmati setiap menitnya di lapangan buat pertandingan nanti,” Debby menanggapi