Menanti Klimaks Lee Chong Wei di Final Olimpiade Rio 2016
Sebagai tunggal putra terbaik dunia, kemampuan Lee Chong Wei sudah tidak diragukan lagi. Namun kenyataannya, meski hampir semua gelar mampu ia raih, sahabat dekat Taufik Hidayat ini selalu gagal saat bersaing di kejuaraan besar seperti Olimpiade atau Asian Games.
Menariknya lagi, Chong Wei hingga saat ini menyandang status pemain rangking satu dunia yang belum pernah merasakan gelar juara dunia sekalipun. Kini, peluang untuk mendapatkan gelar tertinggi di ajang Olimpiade ada di depan mata.
Meski sulit, karena Chen Long bukanlah lawan mudah bagi Chong Wei, setidaknya ia telah melewati ujian terbesarnya saat menyingkirkan lawan yang memupuskan mimpinya dalam dua periode Olimpiade sebelumnya, yakni Lin Dan pada pertandingan semifinal kemarin.
Lee Chong Wei berhasil mengalahkan Lin Dan di babak semifinal Olimpiade Rio 2016
Chong Wei sendiri menjadikan Olimpiade Rio 2016 sebagai ajang terakhirnya, sebelum memutuskan pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya tersebut. Sebelum pensiun, mampukah atlet berusia 33 tahun ini mendapatkan mimpi besarnya?
Berikut INDOSPORT merangkum faktor penunjang Lee Chong Wei untuk mengalahkan Chen Long dan merebut medali emas Olimpiade Rio 2016.
Chen Long bakal menjadi lawan tangguh Lee Chong Wei di babak final Olimpiade Rio 2016
1. Unggul Head to Head
Secara head to head, Lee Chong Wei unggul tipis 13-12 dari Chen Long dalam 25 kali pertemuan.
Pertemuan terakhir keduanya terjadi pada final kejuaraan Asia Championship 2016 di China. Uniknya, sebelum mengalahkan Chen Long di final, Chong Wei terlebih dahulu menyingkirkan Lin Dan di semifinal, hal itu serupa dengan kejadian di Olimpiade kali ini.
Namun, pekerjaan Chong Wei untuk mengalahkan Chen Long diprediksi tetap bakal sulit. Disamping lawan yang tangguh, catatan buruk Chong Wei yang selalu gagal di kejuaran besar akan menghantui dirinya di laga final nanti.
2. Faktor Hendrawan
Faktor bantuan dari pelatih Hendrawan untuk merealisasikan medali emas bagi Lee Chong Wei memang terasa sangat dibutuhkan.
Meski sempat gagal membawa Chong Wei menjadi juara dunia 2015 lalu, dibawah arahan pelatih asal Indonesia ini, penampilan Chong Wei tetap stabil sebagai pemain nomor satu dunia.
Hendrawan selalu membantu anak asuhnya tersebut untuk selalu unggul saat berhadapan dengan Lin Dan dalam dua kali pertemuan terakhir.
Hendrawan juga pasti tahu betul karakter pelatih China, Xia Xuanze karena keduanya kerap bertemu saat masih aktif sebagai pemain. Hal ini lah yang diharapkan bisa membantu Chong Wei untuk tampil maksimal di final nanti.
3. Harus Dua Game
Faktor penunjang lain yang tidak kalah penting adalah kebugaran dari Lee Chong Wei. Bermain rubber game saat melawan Lin Dan hingga durasi 1 jam lebih, pastinya membuat Chong Wei cukup kelelahan.
Apabila ingin membawa pulang emas, Chong Wei diharapkan bisa menyelesaikan pertandingan hanya dalam dua game. Tapi kalau tidak, Chen Long dengan usianya yang jauh lebih muda dan pastinya lebih fit dalam laga nanti, akan menggagalkan impian Chong Wei.