x

Kisah Perlawanan Dokter Gigi Transgender Mewujudkan Mimpi di Amerika Terbuka

Jumat, 26 Agustus 2016 14:00 WIB
Editor: Rizky Pratama Putra

Olimpiade Rio 2016 menjadi salah satu musim semi bagi LGBT. Tidak sedikit para LGBT yang ikut ambil bagian dalam turnamen olehraga terbesar sejagat.

Meski masih menjadi salah satu perdebatan global, namun Olimpiade Rio 2016 kali ini menjadi salah satu turnamen olahraga yang berhasil menghapus diskriminasi soal orientasi seksual tersebut.

Isu LGBT dalam dunia olahraga sendiri telah terjadi jauh sebelum era modern. Bahkan saat ini pelecehan terhadap para atlet LGBT masih kerap terjadi.


Renee Richards menjadi salah satu atlet perempuan yang mengalami diskriminasi seksual di dunia olahraga.

Salah satu insiden diskriminasi terhadap LGBT yang dikenal adalah kala seorang dokter gigi transgender, ditolak untuk mengikuti Grand Slam Amerika Terbuka. Peristiwa ini terjadi pada 1976, saat Renee Richards gagal ikut ambil bagian dalam turnamen tenis bergengsi ini.

Bagaimana peristiwa tersebut terjadi? Berikut hasil ulasan dari INDOSPORT;


1. Anak Ahli Bedah yang Doyan Olahraga

Renee Richards terlahir sebagai Richard Rashkins.

Renee Richards lahir di New York, Amerika Serikat, 9 Agustus 1934. Renee terlahir sebagai seorang anak lelaki dengan nama Richard Rashkins.

Renee merupakan buah hati dari ayah yang berprofesi sebagai ahli bedah dan ibunya merupakan psikiater perempuan pertama di Amerika Serikat.

Sejak kecil, Renee menyukai olahraga. Bahkan semenjak sekolah Renee masuk dalam tim football, baseball, tenis, dan renang dari sekolahnya.

Bakat olahraga Renee tumbuh sebagai gairah hidupnya. Saat masih bangku SMA, Renee bahkan sempat ditawari bergabung dengan New York Yankees, sebuah klub baseball ternama di Amerika Serikat.

Namun, Renee akhirnya memilih fokus ke dunia tenis. Renee mulai menekuni secara intensif pada masa kuliah.

Meskipun mengambil jurusan kedokteran, Renee tetap bisa membagi waktu untuk tenis. Terakhir, Renee sempat menempati posisi keenam dari 35 peserta yang ikut dalam sebuah turnamen tenis nasional.


2. Putusan Kontroversial

Renee Richards memutuskan menjalani operasi transgender pada tahun 1975.

Sejak menjalani masa kuliah, Richard Raskins mulai berdandan layaknya wanita. Padahal kala itu, perlakuan ini menjadi salah satu yang dianggap sebagai sebuah kegilaan.

Richard juga mulai menganti namanya menjadi Renee. Dalam bahasa Prancis, nama ini berarti proses kelahiran kembali.

Proses ini mulai membuatnya merasa tertekan, hingga kemudian memaksanya kerap berkonsultasi dengan psikolog.

Untuk menutupi rasa frustrasinya, Richard sempat menikahi seorang model, Barbara Mole pada 1970. Richard mendapatkan seorang putra dari hasil pernikahan ini.

Namun, keinginannya untuk melakukan transgender tidak terbendung. Richard akhirnya benar-benar melakukan operasi transgender dan menjelma menjadi Renee seutuhnya pada 1975.


3. Jadi Korban Diskriminasi di Ajang Grand Slam

Renee Richards sempat dilarang ikut serta dalam Grand Slam Amerika Terbuka.

Usai menjadi perempuan transgender, Renee masih menekuni hobi olahraganya. Renee bergabung dengan sebuah klub tenis lokal.

Renee mendaftarkan namanya sebagai Renee Clark sebagai identitas barunya. Renee seperti mendapat kehidupan baru usai bertemu Glenn Scott, seorang karib lamanya.

Scott-lah yang pertama kali mengajak Renee untuk mengikuti turnamen profesional pertamanya. Setahun berlaga di beberap turnamen internasional, Renee berkesempatan untuk ambil bagian dalam turnamen Grand Slam pertamanya di Amerika Terbuka.


Renee Richards dilarang mengikuti Grand Slam Amerika Terbuka pada tahun 1976.

Namun, kala itu panitia melarangnya untuk bisa tampil. Pasalnya, Renee yang sejak transgender fokus di tunggal putri terdaftar sebagai petenis profesional putra.

Hal ini dianggapnya tidak adil, karena tidak selalu baginya tampil lebih kuat dari pesaingnya petenis perempuan lain. Insiden ini kemudian menjadi besar lantaran keinginan Renee untuk ikut berkontestasi adalah hal pertama dalam sejarah Amerika Serikat.

Hal ini kemudian membawa orientasi seksual Renee ke pengadilan. Petenis kidal ini kemudian meminta pengadilan untuk memberikan identitasnya sebagai perempuan sebagai penunjang karier tenisnya.


4. Dokter Gigi Mewujudkan Mimpi

Renee Richards saat menjalani turnamen tenis sebagi perempuan transgender.

Renee Richard akhirnya mengadukan nasibnya ke Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) New York atas United State Tenis Association (USTA). Renee menganggap penolakan terhadap dirinya di Amerika Terbuka merampas haknya sebagai perempuan.

Setelah setahun menjalani persidangan, Renee akhirnya memenangkan kasus ini. Pengadilan HAM memutuskan bahwa Renee merupakan seorang perempuan.


Renee Richards akhirnya bisa mengikuti turnamen Amerika Serikat pada tahun 1977.

Pengadilan juga menganggap USTA telah melakukan pelanggran dan diskriminasi atas hak Renee yang ingin berkompetisi di Amerika Serikat. Renee pun akhirnya bisa mewujudkan mimpinya untuk ambil bagian di Amerika Terbuika setahun setelahnya.

Namun pada laga perdananya di Amerika Terbuka 1977, Renee harus kandas di babak pertama. Renee kalah dari Virginia Wade di nomor tunggal, namun berhasil melaju hingga final di nomor ganda.

Grand SlamAmerika TerbukaIn Depth SportsFlashbackRenee Richards

Berita Terkini