x

3 Alasan Hendra/Ahsan Tetap Dipasangkan

Minggu, 4 September 2016 13:52 WIB
Penulis: Herry Ibrahim | Editor: Hendra Mujiraharja

Seiring melesetnya target emas Olimpiade Rio 2016, tampaknya pihak PBSI bergegas membenahi sektor ganda putra termasuk nasib kelanjutan Hendra/Ahsan.

Secara mengejutkan, keduanya dipastikan tidak lagi bersama pada beberapa turnamen yang akan datang. Hal itu diungkapkan Kabid Binpres PBSI.

"Kemungkinan mereka dipasangkan kembali sangat kecil. Saya rasa memang sudah saatnya mereka dipasangkan dengan pemain lain," kata Rexy

Sangat disayangkan memang apabila keduanya dipisahkan. Karena meski tidak bersinar di Olimpiade, dengan kualitas yang dimiliki, keduanya diyakini bisa kembali bangkit.

Namun, semua itu kembali lagi kepada keputusan tim pelatih pelatnas Cipayung dalam hal ini, Herry Iman Pierngadi. Semoga ada keputusan terbaik atas keduanya.

Sebelum itu, INDOSPORT coba mengulas 3 alasan mengapa Hendra/Ahsan harus tetap dipasangkan:


1. Masih Disegani Lawan

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan

Meski gagal total di ajang Olimpiade 2016, status mereka sebagai salah satu ganda kuat dunia tampaknya masih akan melekat apabila mereka tetap dipasangkan. Segudang pengalaman dengan skill mumpuni, membuat keduanya tetap akan sulit dikalahkan oleh siapapun lawannya.

Bermain di turnamen sekelas super series pastinya akan berbeda dengan Olimpiade yang memiliki tekanan luar biasa. Jika keduanya bisa segera lepas dari memori Olimpiade 2016, Duo Daddies ini diyakini masih bisa berprestasi setidaknya hingga akhir tahun.


2. Mulai dari Nol

Rencananya, Hendra Setiawan akan dipasangkan dengan Rian Agung Saputro, sementara Mohammad Ahsan akan bermain dengan Berry Angriawan.

Bukan meremehkan kemampuan calon pengganti, namun apabila mereka jadi dipasangkan tentunya dari masing-masing pasangan akan memulai semua kompetisi dari nol.

Seperti halnya saat Hendra/Ahsan pertama kali dulu dipasangkan, keduanya harus berjuang dari bawah sebelum akhirnya mempunya chemistry dan kekompakan dalam tim.

Beruntung Hendra/Ahsan tidak membutuhkan waktu lama untuk tampil di tingkat elit persaingan dunia. Hal tersebut yang diprediksi akan sulit didapat dari pasangan Hendra Setiawan/Rian Agung Saputro dan Mohammad Ahsan/Berry Angriawan.


3. Sulit Mencari Pengganti Hendra

Hendra Setiawan

Dalam kasus ini sebetulnya PBSI mestinya lebih memperhatikan masa depan Mohammad Ahsan dibandingkan Hendra Setiawan yang kabarnya tidak lama lagi akan pensiun.

Pasalnya, Indonesia membutuhkan pemain senior seperti Ahsan, minimal hingga Asian Games 2018. Ahsan yang kini berusia 28 tahun diyakini masih menjadi aset penting yang harus dicarikan tandem sekelas Hendra.

Pemilihan Berry Angriawan dinilai terlalu terburu-buru, karena pemain bersangkutan selama ini belum menunjukan prestasi gemilang saat bertandem dengan Ricky Karanda Suwardi maupun dengan Rian Agung Saputro.

Hendra SetiawanRexy MainakyHendra Setiawan/Mohammad AhsanIn Depth Sports

Berita Terkini