Surat Terbuka Serena Williams Kritik Tajam Kesetaraan Gender
Kegusaran Williams mungkin diawali juga dengan komentar Raymond Moore, seorang mantan petenis profesional dan sempat menjadi direktur turnamen Indian Wells. Pertengahan tahun ini, Moore mengeluarkan komentar yang dinilai merendahkan petenis perempuan.
"Mereka (petenis perempuan) sangat, sangat beruntung. Jika saya petenis perempuan, saya akan berlutut setiap malam dan bersyukur pada Tuhan atas lahirnya Roger Federer dan Rafael Nadal, karena merekalah yang mengangkat olahraga ini," kata Moore, seperti dilansir CNN.
Gerah dengan seringnya pandangan bernada seksisme seperti komentar Moore tersebut dalam dunia olahraga, Williams mengajak para perempuan untuk berani mengejar mimpinya.
"Saya beruntung memiliki keluarga yang mendukung mimpi saya dan mendorong saya untuk meraihnya. Saya belajar untuk tidak takut. Saya belajar pentingnya berjuang untuk sebuah mimpi, dan yang paling penting, untuk bermimpi besar. Perjuangan saya bermula saat saya berumur tiga tahun dan saya belum istirahat sejak itu," bukanya dalam surat.
Peraih 22 gelar Grand Slam itu juga mengangkat isu bahwa dirinya sering disebut sebagai salah satu "atlet perempuan terbaik", bukannya "atlet terbaik". Ia juga menyatakan bahwa perempuan harus melewati banyak hambatan di jalan menuju kesuksesan.
"Salah satu hambatannya adalah kita terus diingatkan bahwa kita bukan laki-laki, seolah-olah hal itu adalah cela. Orang-orang menyebut saya 'atlet perempuan terbaik dunia'. Namun apakah mereka memanggil LeBron (James) sebagai salah satu 'atlet laki-laki terbaik'? Bagaimana dengan Tiger (Woods)? Federer? Mengapa tidak? Mereka jelas-jelas bukan perempuan. Kita seharusnya dinilai berdasarkan pencapaian kita, bukan gender," kritiknya.
Serena Williams dan kakaknya, Venus, merayakan gelar ke-14 ganda putri Wimbledon.
Adik kandung Venus Williams ini juga menyesalkan bayaran yang lebih rendah untuk atlet perempuan dibanding atlet laki-laki yang telah berjuang sama kerasnya. "Saya tidak akan pernah mau anak perempuan saya dibayar lebih rendah dibanding anak laki-laki saya untuk pekerjaan yang sama. Begitu juga dengan Anda."
"Harapan saya, bahwa cerita saya dan Anda, akan menginspirasi semua perempuan muda di luar sana untuk mengejar kejayaan dan mencapai impian mereka dengan perjuangan teguh. Kita harus terus bermimpi besar, dan dengan melakukannya, kita memberdayakan generasi perempuan selanjutnya untuk menjadi berani dalam pengejaran mimpi mereka," pungkas petenis 35 tahun tersebut.