Media Asing Soroti 3 Kesuksesan Indonesia di Cabor Badminton Asian Games 2018
INDOSPORT.com – Kesuksesan atlet Indonesia di cabang olahraga bulutangkis di ajang Asian Games 2018 telah membuat banyak masyarakat Tanah Air terkesima, tidak terkecuali dunia internasional.
Sorak sorai para penonton di Stadion Gelora Bung Karno menjadi saksi bahwa para atlet bulutangkis Indonesia sukses menyumbang deretan medali yang telah diraih tuan rumah sejauh ini di ajang turnamen multi olahraga se-Asia tersebut.
Setelah Indonesia memenangkan medali perak untuk tim beregu badminton, Jonatan Christie dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, sukses meraih emas masing-masing untuk nomor tunggal putra dan ganda putra .
Medali lain juga diraih oleh Muhammad Ardianto dan Fajar Alfian yang menyabet medali perak usai dikalahkan pasangan The Minions pada final ganda putra Selasa (28/08/18), termasuk Anthony Sinisuka Ginting yang meraih medali perunggu di laga sehari sebelumnya.
Media asing, Reuters menyoroti bagaimana euforia di Stadion GBK itu tatkala pertandingan dan penyerahan medali untuk dua nomor badminton, yang rupanya juga disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di tribun penonton kala itu.
1. Penggemar Indonesia Mendominasi
Stadion tersebut berkapasitas 7 ribu penonton, dipenuhi oleh penonton dengan atribut merah dan putih, sebagai warna bendera nasional Indonesia, mendominasi penggemar dari India dan China yang juga melaju ke final saat itu.
Ketika para pemain Indonesia melakukan pukulan smash, atau melempar shuttlecock ke sisi lawan, teriakan penonton tak henti-hentinya menyertai mereka.
“Saya sudah mampir ke beberapa acara lain lain sejak saaya di sini, tetapi saya sangat senang menonton badminton,” kata seorang penggemar bernama Filia Paramita yang mendukung dua bintang Indonesia berperingkat 1 dunia, Macus/Kevin.
Dengan banyaknya penggemar yang menonton, ini membantu Indonesia tampil trengginas di pertandingan, bahkan mampu mengakhiri dominasi medali kontingen China di turnamen tersebut.
2. Penjualan Tiket yang Ludes
Riuhnya pertandingan tersebut juga diakui oleh atlet badminton India, Saina Nehwal, “Agak sulit dan Anda hanya perlu fokus ketika orang Indonesia bermain di pertandingan lain dan penonton berteriak mendukung.”
Bahkan Lucky Mirza, pejabat hubungan pers untuk Olimpiade, juga mengakui bahwa popularitas badminton di Indonesia sangat kuat dilihat dari penjualan tiket, dimana pertandingan itu menjadi yang paling laris diantara cabang olahraga lain yang sepi penonton.
Dan walaupun sepak bola juga mendominasi perhatian para penonton di Asia, negara-negara seperti Malaysia, India dan China juga memiliki keunggulan di badminton sehingga sulit untuk mengalahkan popularitasnya dibandingkan sepak bola.
3. Rekam Jejak Badminton Indonesia
Bisa dibilang Indonesia memiliki rekam jejak keberhasilan badmindon di tingkat Internasional. Bahkan sejauh ini Indonesia telah memenangkan 26 medali emas di cabang badmindon dalam 15 versi Asian Games.
Badminton menjadi olahraga Olimpiade sejak tahun 1992, namun persaingan dari negara-negara seperti China, India, Denmark, Spanyol juga semakin berkembang. Indonesia sendiri juga diakui di kancah dunia dengan menelurkan beberapa pemain papan atas yang ditakuti lawan internasional mereka.
Kemenangan Jonatan Christie misalnya, berhasil mematahkan puasa gelar tunggal putra badminton di Asian Games sejak seniornya Taufik Hidayat memenangkannya di edisi Doha, Qatar, 2006.
Berkat kemenangan Indonesia dari dua nomor putra tersebut, beberapa menteri kabinet, mantan presiden dan pejabat pemerintah senior lainnya bergabung dengan ribuan penggemar Indonesia meramaikan perayaan kesuksesan mereka tidak hanya di tribun melainkan juga di dunia maya.
Ikuti Terus Berita Olahraga dan Asian Games 2018 hanya di INDOSPORT.