x

Gagal di World Tour Finals 2019, Akun All England Kenang Masa Kejayaan Kevin/Marcus di Tahun 2017

Selasa, 17 Desember 2019 16:40 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
Usai gagal di BWF World Tour Finals 2019, akun All England mengenang masa kejayaan pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon pada tahun 2017.

INDOSPORT.COM - Usai gagal di BWF World Tour Finals 2019, akun All England mengenang masa kejayaan pasangan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon di turnamen tertua bulutangkis pada tahun 2017.

Pasangan Kevin/Marcus diketahui tersingkir dari BWF World Tour Finals 2019 di babak semifiinal atas pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, Sabtu (14/12/19) di Guangzhou, China, dalam duel rubber game dengan skor 11-21, 21-14, 10-21.

Baca Juga

Seolah ingin mengajak para pecinta bulutangkis melupakan kekalahan Kevin/Marcus, akun All England pun langsung mengunggah edisi kemenangan The Minions di babak semifinal atas pasangan Denmark, Mads Conrad-Ptersen/Mads Pieler Kolding.

"Bisakah Kevin Sukamuljo dan Marcus Gideon menambahkan ketiga All England 🏆 ke koleksi mereka? Rally match point yang luar biasa ini dari Semifinal 2017 = 😍 mereka," cuit akun All England.

Dalam pertandingan melawan pasangan Denmark tersebut, Kevin/Marcus diketahui harus bermain hingga babak rubber game untuk memastikan kelolosan mereka di babak final All England dengan skor 19-21, 21-13, 21-17.

Kemenangan Kevin/Marcus di All England 2017 bisa dibilang merupakan kemenangan kejutan untuk mereka mengingat pada saat itu mereka tidak diberikan beban target juara.

Baca Juga

Tetapi, pasangan ganda putra nomor 1 dunia, Kevin/Marcus sukses menjawabnya dengan gelar juara perdana di All England Open yang merupakan kompetisi bulutangkis tertua.

Di tahun 2020, pasangan Kevin/Marcus akan memulai musim dengan mengikuti gelaran Malaysia Masters 2020 dimana mereka berhasil menjuara di tahun 2019 ini.

All EnglandKevin Sanjaya/Marcus GideonBulutangkisBerita OlahragaBerita SportBerita BulutangkisBWF World Tour Finals 2019

Berita Terkini