x

Tersisa Ahsan/Hendra, Era The Big Four Kings Ganda Putra Nyaris Berakhir

Jumat, 30 Juni 2023 01:35 WIB
Penulis: Nadia Riska Nurlutfianti | Editor: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji
Hanya menyisakan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang belum pensiun atau dicerai membuat era The Big Four Kings ganda putra dunia nyaris berakhir. Foto: Herry Ibrahim/INDOSPORT

INDOSPORT.COM – Hanya menyisakan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang belum pensiun atau dicerai membuat era The Big Four Kings ganda putra dunia nyaris berakhir.

The Big Four Kings tidak hanya dimiliki oleh nomor tunggal putra, namun juga di sektor ganda putra.

Nama tersebut disematkan oleh para Badminton Lovers (BL) untuk menandai para pemain yang begitu dominan dan menduduki papan atas.

Pada nomor ganda putra sendiri ada beberapa pemain yang sempat sangat sulit ditaklukan dan telah lama bertengger di posisi teratas.

Yakni di antaranya ialah Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan Li Junhui/Liu Yuchen.

Baca Juga

Namun sayangnya, kini hanya tersisa Ahsan/Hendra saja yang masih bertahan sebagai pasangan di ganda putra dan aktif mengikuti kompetisi level atas bulutangkis.

Pasalnya, tiga pasangan lainnya memutuskan untuk berpisah menjalani kariernya masing-masing atau bahkan pensiun dini dari dunia tepok bulu.

Baca Juga

Terbaru ialah Kevin Sanjaya/Marcus Gideon yang terpaksa dicerai untuk sementara waktu karena sejumlah alasan.

Hal ini pun membuat era The Big Four Kings di ganda putra nyaris berakhir karena tidak seutuh dahulu dan sudah mulai tergantikan dengan para pemain muda.

Untuk lebih lengkapnya, berikut sekilas profil para anggota The Big Four Kings ganda putra dunia:

Baca Juga

1. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon. (Foto: PBSI)

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi satu-satunya pasangan ganda putra veteran yang tersisa karena masih kompak sebagai pasangan.

Ahsan/Hendra pertama kali dipasangkan pada 2013 dan langsung memenuhi ekspektasi. Tercatat di era Grand Prix mereka berhasil meraih satu gelar juara dan runner-up.

Pada era BWF Superseries meraih sembilan gelar dan tiga runner-up, lalu di BWF World Tour meraih empat juara dan 14 runner-up. The Daddies juga meraih medali emas di Asian Games 2014 dan medali perak di Kejuaraan Asia 2015.

Prestasi membanggakan lainnya ialah meraih tiga gelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis pada 2013, 2015, 2019 dan satu runner-up di 2022.

Catatan ini membuat Ahsan/Hendra pernah menduduki peringkat pertama di ranking BWF pada 7 Agustus pada 2014 silam.

Baca Juga

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon menjadi ganda putra terbaru yang harus bercerai, karena Marcus harus rehat lantaran bakal naik meja operasi untuk mengatasi cedera tumit di kaki kanannya.

Sejak dipasangkan pada 2015, Kevin/Marcus sudah mencatatkan prestasi gemilang. Contohnya di era BWF Grand Prix meraih dua gelar juara dan satu runner-up, lalu di Superseries menggondol 10 gelar dan dua kali runner-up.

Baca Juga

Lalu di BWF World Tour ialah mengumpulkan 19 gelar juara dan enam kali runner-up. Prestasi lainnya ialah meraih medali perak di SEA Games 2015, juara di Kejuaraan Asian Games 2018 dan meraih perak di Kejuaraan Asia 2019.

Serentetan hasil apik ini pun mengukuhkan Kevin/Marcus terus bertengger di posisi teratas ranking BWF untuk waktu yang lama.

Tercatat Kevin/Marcus berada di peringkat 1 sejak 16 Maret 2017. Mereka juga menjadi peringkat pertama dunia terlama pada tahun 2019 atau selama 205 pekan.

Baca Juga

Pencapaian ini juga mengalahkan rekor pasangan Korea Selatan yang sudah pensiun yakni Lee Yong-Dae/Yoo Yeon-Seong yang sempat memiliki rekor berada di peringkat 1 dunia secara berturut-turut selama 2 tahun 2 bulan 26 hari.

Namun kini Kevin/Marcus telah berpisah untuk sementara waktu, dan Kevin Sanjaya akan tetap bermain dengan partner barunya yakni Rahmat Hidayat.


2. Li Junhui/Liu Yuchen

Li Junhui dan Liu Yuchen

Li Junhui/Liu Yuchen merupakan mantan raja ganda putra yang akhirnya harus bercerai karena salah satunya memutuskan pensiun pasca cedera.

Li/Liu sendiri sudah dipadukan sejak tahun 2012 silam alias mulai dari tingkat junior hingga akhirnya sukses di level senior.

Berbagai gelar juara pun sudah digondol oleh pasangan yang dijuluki ‘Duo Menara’ oleh Badminton Lovers (BL), yakni tercatat meraih enam gelar dan dua runner-up di era BWF Grand Prix pada 2013-2016.

Lalu dua kali juara dan tiga runner-up di era BWF Superseries pada 2016-2017, serta tiga gelar dan empat kali juara dua di ajang BWF World Tour pada 2018-2019. Selain itu juga meraih satu gelar Kejuaraan Dunia 2018 dan medali perak di Olimpiade Tokyo 2020.

Torehan tersebut juga sempat membuat Li/Liu menduduki peringkat pertama di ranking BWF pada 2017 silam, dan selalu berada di posisi 10 besar untuk waktu yang lama.

Namun keduanya harus bercerai setelah Li Junhui memutuskan pensiun dini di usia 26 tahun pada November 2011 lalu, lantaran cedera yang dideritanya sejak 2017 kerap kambuh dan mengganggu performanya.

Takeshi Kamura/Keigo Sonoda

Takeshi Kamura/Keigo Sonoda merupakan ganda putra Jepang yang sudah dipasangkan sejak tahun 2011 dan mampu menguasai papan atas.

Keduanya mengawali karier dari kompetisi rendah seperti BWF International Challenge/Series dan mampu meraih empat gelar serta satu runner-up. Lalu tiga gelar di era BWF Grand Prix.

Sementara di Superseries meraih dua gelar dan dua runner-up. Sedangkan di World Tour ialah meraih tiga gelar dan delapan kali juara dua.

Selain itu Takeshi/Keigo juga sempat meraih satu perak dan tiga perunggu di Kejuaraan Asia pada 2016-2019. Kemudian meraih medali perunggu dan perak di Kejuaraan Dunia bulutangkis pada 2017 dan 2018.

Serentetan hasil itu membuat Takeshi/Keigo pernah menduduki peringkat kedua di ranking BWF pada 9 Juli 2019 lalu. Namun sayang, karier mereka harus berakhir karena kompak pensiun pada 2021 lalu.

Mohammad Ahsan/Hendra SetiawanKevin Sanjaya/Marcus GideonLi Junhui/Liu YuchenBulutangkisTakeshi Kamura/Keigo SonodaRanking BWFIndepth

Berita Terkini