x

Taufik Hidayat Ajak Pengurus PBSI Duduk Bareng Usai Gagal Total di Asian Games

Senin, 9 Oktober 2023 20:38 WIB
Penulis: Martini | Editor: Isman Fadil
Legenda tunggal putra Indonesia, Taufik Hidayat ajak PBSI duduk bareng usai gagal total di Asian Games 2022. (Foto: Aldi Aulia Anwar/INDOSPORT)

INDOSPORT.COM - Legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat mengkritisi PBSI setelah gagal total di Asian Games 2022, ia berharap tak ada yang saling menyalahkan.

Bulutangkis Indonesia selalu rutin meraih medali di pentas Asian Games, sejak agenda ini dihelat di tahun 1962 silam. Tidak heran jika PBSI mematok target 3 medali emas di tahun ini.

Baca Juga

Hanya saja, rekor gemilang Indonesia harus terhenti di Asian Games 2022 Hangzhou. Tiga wakil Indonesia yang tersisa di perempat final, tidak ada satu pun yang lolos ke semifinal.

Bertanding di Hangzhou Binjiang Gymnasium, China, Kamis (05/10/23), Fajar/Rian kandas di tangan Lee Yang/Wang Chi Lin asal Chinese Taipei, dengan skor 21-11, 22-24, 17-21.

Kemudian, Anthony Sinisuka Ginting juga kalah straight game saat melawan pemain tuan rumah, Li Shifeng, dengan skor 13-21, 17-21.

Nyawa terakhir Indonesia ada di tangan Gregoria Mariska Tunjung, tetapi pemain tunggal putri itu juga kandas di tangan Aya Ohori asal Jepang, dengan skor 10-21, 19-21.

Baca Juga

Bulutangkis Indonesia nihil medali di Asian Games 2022. Petinggi PBSI pun mendadak bungkam dan tidak ada yang muncul ke publik ketika tiba di Tanah Air.

Malah, pemain ganda campuran, Rehan Naufal Kusharjanto yang jadi 'tumbal' untuk diwawancara media, sepulangnya dari Asian Games 2022.

Kelakuan PBSI membuat Badminton Lovers mulai overthinking. Jika atlet saja bisa dibuat sebagai 'tameng', maka bukan tidak mungkin jika jajaran pelatih juga bisa menjadi tumbal.

Maka dari itu, Taufik Hidayat berharap PBSI bisa menyikapi hal ini dengan lebih dewasa dan tidak saling menyalahkan ke pelatih atau pemain.

Baca Juga

1. Taufik Hidayat: Jangan Saling Menyalahkan

Shon Seung-mo, Taufik Hidayat, dan Sony Dwi Kuncoro di podium Olimpiade 2004 Athena.

Pebulu tangkis peraih medali emas Asian Games 2002 dan 2006, Taufik Hidayat ingin pengurus PBSI, jajaran pelatih, bahkan atlet duduk bareng untuk mencari solusi internal.

Pasalnya, saat ini PBSI terkesan mengirim pemain ke turnamen hanya berdasar pada ranking saja, tetapi tidak melihat kondisi fisik atau cedera bawaan dari atlet tersebut.

Baca Juga

Bahkan, PBSI terkesan ogah melirik pemain profesional untuk membawa nama Indonesia di berbagai kejuaraan, walau kualitasnya bisa disandingkan dengan pemain Pelatnas PBSI.

"Pengurus harus bisa melihat pemain mana yang benar-benar siap, dan berani memberi punishment apabila memang hasilnya gagal total," kata Taufik Hidayat melalui Jebreeet Media.

"Bagi pemain, jika semua sudah terfasilitasi oleh pengurus, harus jujur tentang kondisi fisiknya, jangan malah setelah kalah baru diungkapkan," tambah Taufik Hidayat lagi.

"Pemain harus punya daya juang, karena dalam pertandingan pasti ada menang dan ada kalah. Tapi kalau kalahnya terlihat tidak dibarengi dengan fighting spirit, itu yang mengecewakan."

Baca Juga

Taufik Hidayat juga menyebutkan bahwa situasi PBSI yang tidak kondusif saat ini harus segera disudahi, karena bulutangkis Indonesia harus bangkit dan meraih medali di Olimpiade 2024 nanti.

"Olimpiade semakin dekat, jangan justru saling menyalahkan, tapi harus segera dicari solusinya," tukas sang legenda tunggal putra Indonesia.

Komentar Taufik Hidayat didukung oleh Badminton Lovers, bahkan banyak yang berharap peraih medali emas Olimpiade 2004 itu mau kembali menjabat di PBSI.

Baca Juga
Asian GamesPBSITaufik HidayatBulutangkisBerita BulutangkisAsian Games 2022

Berita Terkini