x

Tips Atur Napas Saat Renang Bagi Si Pemula

Jumat, 1 April 2016 11:00 WIB
Editor: Joko Sedayu

Ketidakmampuan menapan napas di dalam air menjadi salah satu kesulitan yang dihapi ketika belajar berenang. Tak mudah memang untuk mengatur napas di dalam air, terutama bagi pemula yang ingin menggeluti olahraga renang.

AA Istri Kania Ratih Atmaja, perenang muda indonesia berbakat yang juga atlet peraih medali emas SEA Games, menjelaskan jika teknik bernapas merupakan hal krusial yang masuk dalam satu program latihan.

Di tingkat kompetitif 'pelajaran menahan napas' menjadi lebih berkembang mengingat jarak tempuh yang harus dilalui para perenang profesional lebih berat ketimbang berenang biasa.

Beberapa teknik mungkin dapat digunakan untuk mengatur napas kita saat tengah bergerak dalam air. Kania Ratih pun membagikan sedikit tips menahan napas ala perenang profesional kepada INDOSPORT.


1. Rileks dan Tak Mengurangi bernapas

Salah satu kunci sukses dalam berenang ialah tenang dan rileks, menurut Kania, saat seorang sudah merasa enjoy dan menyatu dengan air. Menurut peraih medali emas SEA Games XXVIII itu ia tak terlalu mengambil banyak napas saat berada di dalam air.

"Ada teknik dengan napas, kalau sudah kompetitif seperti 50 meter bebas itu hitungannya sudah sprint neck untuk napas sebisa mungkin kita gak mengurangi, napas sekali atau dua kali itu sudah banyak untuk ukuran 50 meter," ujarnya.

Menurut Kania, teknik mempertahankan kecepatan saat berenang dan menahan napas telah menjadi bagian dari program latihan atlet renang profesional. Pengaturan napas dan gerakan mendayung tubuh dapat disesuaikan akan seimbang.

Ketika menghambuskan napas buka rongga mulut agar etap bernapas sedikit demi sedkit sambil tetap menggerakan tubuh ke depan.


2. Gaya Renang untuk Pemula

Gaya bebas menjadi pilihan sempurna untuk siapa pun yang baru belajar berenang. Gaya renang tersebut tak membutuhkan teknik rumit yang justru akan mempersulit para pemula, dan untuk profesional gaya bebas juga menjadi gaya renang yang hukumnya wajib dikuasai oleh para atlet renang.

"Gaya bebas dijalani untuk pemula dari semua gaya renang seperti atletik, lari itu kan basic dari semua cabang atletik, seperti lompat indah. Nah kalo renang itu gaya bebas yang jadi basic-nya, mau perenang gaya punggung atau kupu-kupu mereka harus menguasai gaya bebas," ujar  Kania.


3. Latihan Fisik

Selain teknik menahan napas, kondisi fisik prima juga menajdi salah satu penentu agar mampu berenang dengan baik. Latihan fisik bagi tubuh ama sangat dibutuhkan terutama untuk para perenang profesional.

"Semua itu kan dilatih kita menjadi terbiasa dari latihan dalam dalam bagian-bagian latihan juga ada latihan fisik untuk power dan endurance, fitness juga dilakukan itu semua sudah masuk program latihan," ujar Kania.

Porsi latihan bagi perenang profesional jauh berbeda dengan berenang biasa. Latihan biasanya akan terus memperbaiki kekurangan teknik yang dimiliki perenang tersebut, hal tersebut juga berlaku jika Anda ingin mahir berenang.

"Latihan lebih keras untuk memperbaiki kekurangan kita saat berenang, misalnya jika kelemahan kita di kaki maka itu yang harus dilatih terus," ujar Kania.


4. Makanan

Tubuh yang ideal dan tak kelebihan berat badan akan membuat perenang lebih leluasa bergerak dalam kolam renang. Oleh karena itu menjaga pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi dalam tubuh menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Junk food dan gorengan menjadi makanan yang paling pantang disantap oleh para perenang. "Makanan sendiri pantangan atlet itu tidak boleh makan gorengan. Kalo sekarang saya lebih memilih makan makanan seperti salad dan sayur-sayuran dan tidak makan junk food," ujar Kania.

In Depth SportsAsk the ExpertAA Istri Kania Ratih Atmaja

Berita Terkini