Pertarungan sengit City dan Liverpool hingga akhir musim ini bukan yang pertama dalam sejarah Premier League. Tercatat ada lima musim di mana sang juara harus ditentukan pada pekan terakhir, sejak liga Inggris berubah nama menjadi Premier League pada 1992.
Musim 1994-1995
Musim 1994-1995 menjadi ajang balas dengan Blackburn Rovers terhadap Manchester United. Semusim sebelumnya Blackburn hanya menjadi runner-up ketika MU menjadi kampiun. Tapi langkah Blackburn merebut mahkota Premier League musim 1994-1995 tidaklah mudah.
Blackburn, yang saat itu dilatih Kenny Dalglish, harus berjuang hingga pekan terakhir untuk mengangkat trofi Premier League. Apalagi saat itu kompetisi Premier League diikuti 22 klub, yang artinya ada 42 pertandingan dalam satu musim.
Musim 1994-1995 menjadi kebahagian untuk Blakckburn, namun menyakitkan bagi MU. Sebab, pada laga terakhir, Blackburn sebenarnya menelan kekalahan 2-1 dari Liverpool di Anfield. Sayangnya, di Upton Park, MU hanya mampu bermain imbang 1-1.
Akhirnya Blackburn ke luar sebagai juara baru Premier League, atau yang ketiga dalam sejarah liga Inggris, dengan perolehan 89 poin dari 42 pertandingan. Sementara MU, gagal mencatat hat-trick juara, setelah dua musim sebelumnya menjadi juara. MU di tempat kedua dengan 88 poin.
Musim 1998-1999
Musim 1998-1999 mungkin akan menjadi musim paling bersejarah bagi MU. The Red Devils merebut treble winners, menjuarai Premier League, Liga Champions dan Piala FA, namun kita lupakan dua nama kompetisi terakhir. Ternyata MU harus susah payah untuk menjuarai Premier League 1998-1999.
Pada musim ini, skuad Sir Alex Ferguson sukses membalas dendam kepada musuh bebuyutannya di Arsenal, Arsene Wenger. Sebab pada musim sebelumnya, Wenger mempersembahkan gelar pertama Premier League untuk Arsenal dengan mengalahkan MU secara telak.
Tampil di final Liga Champions dan final Piala FA memang membuat konsentrasi Roy Keane dan kawan-kawan saat itu terpecah. Walhasil Premier League sedikit terbengkalai. Pada pekan ke-36 Arsenal memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin dari MU.
Namun dewi fortuna berpihak kepada MU. Pada pekan ke-37, MU sukses menang 0-1 di kandang Middlesbrough, sementara Arsenal menelan kekalahan di kandang Leeds United. Dan gelar juara harus ditentukan pada pekan terakhir.
Pada pekan terakhir, Arsenal memang berhasil merebut tiga poin dengan mengalahkan Aston Villa 1-0. Namun MU juga mencatat kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspur. MU pun menjadi juara dengan 79 poin dari 38 pertandingan, dan Arsenal di tempat kedua dengan 78 poin.
Musim 2007-2008
Musim 2007-2008 kembali menjadi musim yang membuat jantung fans MU berdetak kencang. MU harus kembali menentukan gelar juara pada pekan terakhir, namun kali ini dengan rival berbeda. MU harus bertarung sengit hingga darah penghabisan dengan klub kaya raya Chelsea.
Pada pekan ke-37 MU dan Chelsea sama-sama memperoleh 84 poin, tapi MU berada di atas karena keunggulan jumlah selisih gol. Poin sama ini tercatat ketika Chelsea mengalahkan MU 2-1 di Stamford Bridge pada pekan ke-36 dan membuat poin sama menjadi 81.
Pada pekan ke-38, MU dan Chelsea sama-sama memperoleh kemenangan. MU menghancurkan West Ham United 4-1 di Old Trafford, sedangkan The Blues mencuri tiga poin dengan mengalahkan Newcastle United 0-2 di St. James’ Park.
MU akhirnya mencatat juara untuk kali sepuluh di Premier League atau ke-17 sepanjang sejarah liga Inggris pada pekan terakhir. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan berhasil mengalahkan Wigan Athletic 0-2. Sedangkan tim asuhan Avram Grant hanya bermain imbang 1-1 dengan Bolton Wanderers.
MU menjadi juara dengan perolehan 87 poin dari 38 pertandingan. Sementara Chelsea di urutan kedua dengan catatan 85 poin.
Musim 2009-2010
Gagal pada musim 2007-2008, Chelsea akhirnya bisa membalas dendam kegagalan tersebut pada musim 2009-2010. Pada musim ini Chelsea mengalahkan MU seperti mereka dikalahkan pada dua musim sebelumnya, yakni pada pekan terakhir Premier League.
Kehilangan Ronaldo, yang hijrah ke Real Madrid, mungkin bisa menjadi alasan MU gagal pada musim ini. Tapi MU mendatangkan Antonio Valencia dari Wigan dan Michael Owen secara gratis. Sedangkan Chelsea, meskipun tidak ada yang banyak berubah dalam susunan pemain, kehadiran pelatih Carlo Ancelotti memberikan dampak signifikan.
Chelsea mulai merebut pimpinan klasemen dari MU sejak pekan ke-33. Pada pekan tersebut Chelsea mempermalukan MU di Old Trafford 1-2. Chelsea merebut klasemen dari MU dengan catatan 74 poin, unggul dua poin atas MU.
Pada pekan ke-35, Chelsea sempat tersungkur di kandang Tottenham, dengan skor 2-1. Sementara MU meraih poin penuh dengan mengalahkan Manchester City 1-0. Namun Chelsea tetap memimpin klasemen karena pada pekan sebelumnya, MU hanya main imbang 0-0 dengan Blackburn, sedangkan Chelsea menang 1-0 atas Bolton.
Pada penghujung musim, Chelsea tampil habis-habisan. Didier Drogba dan kawan-kawan membantai Wigan 8-0 dan merebut mahkota Premier League. Sedangkan kemenangan 4-0 atas Stoke City tidak berdampak banyak untuk MU. Chelsea merebut juara dengan raihan 86 poin dari 38 pertandingan, dan MU di tempat kedua dengan 85 poin.
Musim 2011-2012
Musim 2011-2012, lagi-lagi MU terlibat dalam persaingan sengit dalam perebutan gelar juara Premier League. MU harus bertarung hingga pertandingan terakhir dengan rival sekota mereka Manchester City. Dan kali ini, MU kembali menjadi pecundang, dan City menjadi pemenang.
Kekalahan MU pada musim ini lebih menyakitkan dibandingkan musim-musim sebelumnya. Selain kalah dari rival sekota, poin MU dan City sampai pekan ke-38 sama-sama mencatat 89 poin. MU kalah dari City karena jumlah selisih gol.
City menjadi juara karena kesuburan mereka mencetak gol dan kekokohan mereka dalam menjaga pertahanan. City memiliki selisih 64 gol, hasil dari mencetak 93 gol dan kebobolan 29 gol. Sedangkan MU hanya mencatat selisih 56 gol, hasil dari membukukan 89 gol dan kemasukan 33 gol.
Hingga pekan ke-35 MU sebenarnya masih memimpin klasemen dengan keunggulan dua poin atas City. Namun pada pekan berikutnya, City membungkam MU 1-0 di Etihad Stadium. Hasil itu membawa The Citizens memimpin klasemen dengan hanya keunggulan jumlah selisih gol.
Dan pada pertandingan terakhir City berpesta pora karena berhasil menjadi juara Premier League untuk kali pertamanya atau juara liga Inggris untuk pertama kalinya sejak 44 tahun silam. Pada laga pamungkas City mengalahkan Queens Park Rangers 3-2, dan kemenangan 0-1 MU di kandang Sunderland menjadi sia-sia.