Masalah bermula saat bek Warsawa, Bartosz Bereszynski dijatuhi hukuman tak boleh turun di tiga laga di kasta Eropa karena tindak kekerasan.
Pemain berusia 22 tahun itupun menjalani hukumannya dan turun di laga penyisihan terakhir Liga Champions kontra Glasgow Celtic.
Agregat 6-1 di dua pertemuan kontra Celtic pun tak berarti saat UEFA mempermasalahkan status Bereszynski yang belum didaftarkan dan memberikan jatah tiket babak utama Liga Champions kepada Celtic.
Segera saja hukuman ini menuai reaksi dari pihak Legia Warsawa. Pendukung klub asal Polandia ini membentangkan spanduk bergambar babi berdasi dan memegang kertas bertuliskan hasil agregat kemenangan Warsawa atas Celtic.
Di belakang gambar babi itu juga tersemat lambang UEFA dan tulisan "Sepakbola tak lagi penting, uanglah yang penting".
Spanduk itu dibentangkan fans Wojskowi saat pertandingan melawan FK Atobe di penyisihan Liga Europa.
Atas aksinya kali ini, UEFA kembali memberikan sanksi dengan mengharuskan Warsawa membayar denda sebesar 30 ribu euro dan menutup sisi utara stadion Wojska Polskiego yang biasa diisi pendukung tuan rumah.
Legia kini diambang sanksi ketiga yang dijatuhkan UEFA dalam empat musim terakhir.
Sanksi yang pertama adalah saat fans mereka melakukan tindakan rasialis saat membentangkan spanduk bertuliskan 'Jihad Legia' dengan aksara Arab, saat menjamu klub asal Israel, Hapoel Tel Aviv tiga tahun silam.