"Itu baru perkiraan kasar, namun pastinya berapa kami belum mengetahui. Karena sampai saat ini masih kami rinci. Jika semua sudah tersusun, secepatnya akan kami laporkan kepada jajaran pengurus," ungkap sekretaris Persis, Sapto Joko Purwadi, kepada INDOSPORT.
Pihaknya menilai pengeluaran terbesar terletak pada gaji pemain. Dimana setiap satu bulan manejemen mengeluarkan uang Rp 250 juta untuk gaji pemain. Selain itu, keberadaan empat pemain asing yang selama satu kompetisi memperkuat Persis, yakni pada putaran pertama ada nama Marcelo Cirelli dan Mbom-Mbom Julien, sedangkan putaran kedua ada Nnana Onana dan Javad Moradi.
"Belum lagi masih ditambah biaya katering dan sewa mess, sewa mess saja dalam satu tahun mencapai Rp76 juta per tahun. Masih biaya laga tandang, bonus pemain, hingga pembayaran denda selama kompetisi," jelas Sapto.
Meski begitu, pihaknya mengaku sangat terbantu dengan hasil penjualan tiket penonton. Mengingat dari sinilah pendapatan yang utama Persis selain dari bapak asuh.
Sementara itu manajer Persis, Totok Supriyanto, mengakui bulan ini separo kekurangan gaji bakal dibayarkan. Terkait besarnya dana yang sudah dikeluarkan, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih jauh.
"Secepatnya akan kami selesaikan, selain pelunasan gaji pemain juga penyusunan pengeluaran selama ini. Apapun nanti, kami akan melaporkan semuanya. Kami rasa pencapaian musim ini masuk ke babak 8 besar cukup bagus, karena mampu bersaing dari 64 tim. Saya rasa ini capaian yang membanggakan," paparnya.