Profil Adam Alis, The Jackmania yang Ingin Jadi Tentara

Sabtu, 20 Juni 2015 15:15 WIB
Penulis: Binsar Marulitua | Editor: Galih Prasetyo
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Adam Alis Setyano. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Adam Alis Setyano.

Jadi seorang pesepakbola tak hanya semata mengejar karir profesional, namun membawa inspirasi untuk khalayak juga jadi cita-cita tersendiri. Setidaknya hal itu yang diyakini gelandang muda berbakat Indonesia yang membela Persija, Adam Alis. 

Hal itu bisa tercermin dari cita-cita dari anak laki-laki pasangan Siti Machrojah dan Sumarno ini, Adam Alis ternyata memiliki cita-cita ingin menjadi seorang prajurit TNI. Datang dari mana inspirasi itu? Ternyata inspirasi itu didapat Adam Alis dari sang pelatih di Persija, Rahmad Darmawan. 

Meski begitu, ia mengaku bahwa masih mempertimbangkan untuk menjadi seorang prajurit TNI, meski tawaran tersebut sudah datang padanya. 

"Tapi saya akan menimbang apakah bisa melakukan dua profesi ini secara bersamaan. Karena saya lebih suka bermain sepakbola," kata pengagum Luca Modric ini. 

Hebatnya lagi jiwa nasionalisme Adam Alis tidak usah diragukan lagi. Meski kondisi sepakbola Indonesia yang tidak jelas, Adam Alis tidak memiliki keinginan untuk bermain di luar negeri. Ia masih berharap bisa berkarir di liga Indonesia. 

Menarik jika kita menengok ke belakang saat nama Adam Alis tidak ada yang mengenal. Saat ia harus bermain dari kompetisi RT ke kompetisi RT yang lain, namun semangat fans Inter Milan ini tidak luntur, 

"Semula keluarga khawatir, namun saat saya bisa cetak gol dan diarak keliling kampung, keluarga melihat dan tidak khawatir lagi," kata Adam Alis kepada INDOSPORT. 

Selepas itu, dukungan dari orang tuanya mengalir. Datang dan menemani Adam Alis untuk latihan merupakan bentuk dukungan yang sangat berarti untuk pemain bernomor punggung 9 di timnas itu. 

"Meski sibuk, mereka selalu sempatkan waktu untuk datang melihat saya latihan," kata Adam. Orang tua Adam pun mendaftarkan anaknya tersebut ke sekolah sepakbola Asiop di daerah Senayan, Jakarta Pusat. 

Lepas dari sekolah sepakbola, ia lalu membela klub Persitangsell, lalu Perserang, sempat menyebrang pulau untuk membela Martapura FC, ia pun lalu berlabuh ke klub favoritnya dari kecil, Persija Jakarta,

"Selain karena saya orang Jakarta, dari kecil saya selalu datang menonton ke stadion tiap kali persija bertanding. Jadi Bermain di Persija Sekarang juga cita-cita saya dulu," kata Adam. 

Hasil kerja kerasnya terbayar, saat ia dipanggil untuk masuk seleksi timnas. Hal ini menurut Adam ialah momen paling berkesan selama ia meniti karis sebagai pesepakbola. Menggunakan jersey Merah Putih, lambang garuda di sebelah kanan dan menyanyikan lagi Indonesia Raya jadi hal paling membanggakan. 

Namun Adam Alis sedikit kecewa usia ia dan rekannya di timnas U-23 selesai dari SEA Games 2015 dan membawa hasil buruk. Kasus pengaturan skor yang marak membuatnya merasa sedih karena menurutnya hasil perjuangannya di lapangan hijau justru disambut dengan berita miring usai kembali ke tanah air,

"Saya kecewa, sudah bermain dengan sekeras mungkin, kalau menang kalah itu hal yang wajar dalam permainan sepakbola," kata Adam. 

18