Bursa Transfer

Soal Casillas, Xavi Kecam Madrid

Selasa, 14 Juli 2015 20:11 WIB
Editor: Anton Wishnu Wijiantoro
© Grafis: Yuhariyanto/INDOSPORT/GETTY IMAGES
 Copyright: © Grafis: Yuhariyanto/INDOSPORT/GETTY IMAGES

Casillas muncul seorang diri ketika mengumumkan kepergiannya ke FC Porto, pada Minggu (12/07). Kiper 34 tahun itu menangis harus meninggalkan klub yang ia bela sejak usia sembilan tahun.

Setelah mendapat kritik keras dari banyak penjuru, termasuk orang tua Casillas, Presiden Florentino Perez akhirnya menemani Casillas menggelar perpisahan resmi di Santiago Bernabeu, Senin (13/07) lalu.

Tak ada acara perpisahan berkesan bagi seorang pemain yang telah mengabdi untuk waktu lama. Hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan yang dialami Xavi. Barcelona menggelar seremoni perpisahan kepada Xavi.

Xavi mengutarakan Casillas seharusnya mendapatkan acara perpisahan yang layak. “Hal ini meninggalkan rasa tak enak atas apa yang terjadi pada Casillas saat ini. Dalam beberapa musim terakhir, sata meilhat dia tak menikmati waktu seperti sebelumnya. Dia tampak terpukul. Semua orang di Spanyol harus berpikir tentang ini,” kata Xavi.

“Tak seharusnya seorang atlet yang melewati masa keemasan tidak mendapat penghormatan yang layak. Mereka lupa untuk menghargai semua yang telah dia lakukan, justru fokus ke kekurangannya, dan hal itu dilakukan dengan tujuan jahat,” tambah mantan kapten Barcelona itu.

“Saya melihat Iker belakangan ini dia tampil di bawah tekanan, tanpa kesenangan yang ia miliki. Seolah-olah dia harus membuktikan diri bahwa dia kiper hebat,” ujar pemain 35 tahun itu. “Sekarang dia di Porto. Saya yakin dia akan disambut bagaikan pahlawan, jauh berbeda dengan di Madrid. Porto akan lebih menghargai mereka.”

Meski lahir dan tumbuh di dua klub berbeda dengan rivalitas tinggi, Xavi dan Casillas dikenal memiliki ikatan persahabatan yang sangat kuat. Keduanya dipertemukan satu tim saat tampil di Piala Dunia U-17 di Mesir pada 1997. 

62