Sudah hampir empat bulan lamanya, persepak bolaan Indonesia terkena sanksi FIFA. Imbas dari campur tangan pemerintah dalam mengurusi cabang olahraga 11 lawan 11 itu.
Akibatnya, tidak ada kegiatan yang sangat dinanti-nantikan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dampaknya, bukan hanya pelatih, pemain hingga ofisial saja. Namun beberapa lapangan sepak bola yang selama ini kerap dijadikan tempat pertandingan semakin tidak terurus lantaran tidak ada masukan dari para klub yang ingin menggunakannya.
"Lihat saja lapangan ini (Lapangan Sidolig). Rumput saja sudah tidak ada. Lihat rumput saja sudah ngasih signal gak bagus buat sepak bola Indonesia. Tentunya kita kangen. Karena pengen gairah sepak bola Indonesia muncul lagi," ujar Firman, saat ditemui di Mes Persib, Ahmad Yani Bandung.
Meski sudah ada sinyal positif liga tertinggi tanah air akan kembali digulirkan tepat akhir Oktober mendatang. Namun Firman mengaku masih was-was kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015-2016 kembali mendapatkan kebuntuan.
"Tapi saya berharap. Tidak ada lagi hambatan. Kompetisi berjalan sesuai rencana, jadi semua orang juga tidak dirugikan. Gairah sepak bola juga kembali muncul. Ini harapan semua orang," harapnya.