Meski belum memastikan klub mana yang akan ditukangi, Pep Guardiola telah secara resmi menyebut Inggris sebagai pelabuhan selanjutnya dalam karier kepelatihan yang ia lakoni. Pelatih asal Spanyol itu memang telah sejak lama menahan hasrat untuk menjadi pelatih di Liga Primer Inggris. Xavi Hernandez, sahabat sekaligus anak asuhnya saat menukangi Barcelona menyebut Guardiola sangat berambisi untuk menjadi arsitek di Liga Primer.
Kini, Guardiola tinggal selangkah lagi menggapai impiannya. Namun ia harus bersiap karena Inggris tak cuma memiliki kompetisi yang ketat. Kehidupan dan gaya hidup Inggris bisa jadi terasa berat dengan media, dan paparazzi, yang selalu ingin mencari sensasi hingga ke wilayah privasi.

Selama ini Guardiola selalu bersikap protektif atas rongrongan media yang ingin mengusik kehidupan pribadinya. Terlebih istrinya, Cristina Serra, juga bukan tipe perempuan yang suka numpang beken dengan ketenaran sang suami. Cristina lebih memilih meninggalkan kariernya untuk hidup sederhana mengurus rumah tangga dan anak-anak mereka, tanpa tergiur numpang eksis dengan nama besar suami yang dia cintai sejak remaja.
Keduanya bertemu lebih dari 25 tahun lalu. Saat itu Guardiola yang berusia 18 tahun merupakan pemain potensial yang baru lulus dengan predikat terbaik di Akademi La Masia. Kemahirannya mengolah bola, wajah tampan, serta tubuh jangkungnya membuat Guardiola juga nyambi sebagai model.


Hari itu, Cristina Serra tengah berada di butik terkenal Claret Serra, milik orangtuanya di Manresa, Spanyol. Ia ikut membantu sejumlah pekerjaan karena akan ada promosi pakaian karya desainer Spanyol, Antonio Miro, di butik itu.
"Aku Josep, pemain sepakbola," kata Guardiola saat diperkenalkan pada Cristina.

Mereka berpisah setelah Antonio Miro menyelesaikan keperluannya di Claret Serra. Tapi mereka kembali bertemu. Lagi dan lagi. Cinta membuat mereka tak terpisahkan sejak pertemuan singkat itu. Hingga pada 29 Mei 2014, saat Pep berusia 43 tahun, media Spanyol dan Catalan menulis Guardiola menikahi model paling cantik saat itu.
Keduanya dikaruniai tiga orang putra putri bernama Maria (13), Marius (11), dan Valentina Guardiola (8). Guardiola mendapat berkah saat Cristina melahirkan Valentina pada 6 Mei 2008 lalu. Presiden Barcelona saat itu, Joan Laporta, mengirimkan ucapan selamat sekaligus memberi kabar gembira bahwa dia akan menjadi pelatih baru Blaugrana. Cristina yang selalu memberi dukungan terhadap karier Guardiola, mengajak serta anak-anak mereka menyaksikan sang Ayah bekerja.


Saat tiba di Inggris nanti, Cristina barangkali akan menjadi sorotan atas penampilannya. Bisa dipuji, atau dicaci. Sebab resep penampilan menawan Cristina bisa jadi berbeda dari seleb Inggris kebanyakan. "Selera fesyen saya, meminjam kata-kata Coco Chanel," kata Cristina, "Simplicity is the keynote of all true elegance. Kesederhanaan adalah kunci dari keanggunan sejati."
Cristina menarik diri dari sorotan kamera dan fokus membesarkan anak serta Claret Serra dengan jabatan sebagai Direktur Fesyen. Ia bertanggungjawab mengurus model-model fesyen yang bakal tren, selain mengurusi penampilan sang suami.

Kehidupan keluarga Guardiola yang harmonis membuatnya dapat fokus pada kariernya. Cristina menjelma benteng bagi Guardiola yang menjaganya dari hal-hal merusak mental dan semangat yang bisa berimbas pada kehancuran kariernya. Terbukti hingga saat ini Guardiola tak pernah dikabarkan terlibat skandal atau pengkhianatan pada keluarganya. Ia pun dinobatkan sebagai pelatih termuda sepanjang sejarah yang berhasil membawa timnya meraih gelar juara Liga Champions. Hingga saat ini Guardiola dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.
Saat ia menginjakkan kaki di tanah Ratu Elizabeth nanti, semoga saja harapan Xavi menjadi kenyataan. "Guardiola akan sukses seperti kesuksesan yang ia raih selama ini, dimana saja berada."