Di leg pertama semifinal Piala Jenderal Sudirman, Singo Edan akhirnya takluk 1-2 dari Mitra Kukar. Gol Cristian Gonzales tak cukup untuk membantu Arema untuk setidaknya mencuri poin, karena lawan membalas melalui gol Patrick Cruz Dos Santos dan Yogi Rahadian.
Alhasil, Arema pun dipastikan bakal bekerja lebih keras lagi saat ganti menjamu Mitra Kukar di Stadion Kanjuruhan, 17 Januari nanti. Dengan mengantongi modal satu gol, maka Arema wajib menghindarkan gawang Made Wardana dari kebobolan lagi dan wajib memetik kemenangan minimal dengan satu gol tanpa balas.
"Kita akui kalah dan tak mencari-cari alasan untuk itu. Mitra main lebih bagus dan layak menang," tukas Joko Susilo.
Kekalahan dari Mitra Kukar sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahkan Arema sepanjang turnamen, dengan mengemas tujuh kali menang secara berturut-turut (satu laga menang adu penalti).
Faktos non teknis seperti cuaca dan kontur lapangan pun tak mau dikeluhkan Pelatih Arema Cronus tersebut. Menurutnya, Singo Edan memang sepatutnya kalah karena bermain terlalu terbuka untuk melayani cara bermain Mitra Kukar.
"Kita sudah adaptasi satu dua hari di sini. Jadi tak ada alasan kita kalah karena faktor cuaca panas atau lapangan yang kurag ideal," imbuhnya.
Terkait gol kedua lawan, dia menyebut timnya lengah dalam melakukan antisipasi serangan balik. Hermawan dan Purwaka Yudi tak cukup mampu menghentikan laju Yogi Rahadian dalam melakukam manuver serangan. Sedangkan Hasim Kipuw sudah meninggalkan posnya di bek kanan untuk membantu penyerangan.
"Gol lawan terjadi karena kesalahan kolektif, bukan karena pemain tertentu. Kita akan evaluasi lagi untuk di laga kedua," pungkasnya.