Insiden penyerangan terhadap bus suporter Arema Cronus, Aremania yang terjadi pagi tadi, Minggu (03/04/16) di Sragen, Jawa Tengah kembali mengingatkan kita pada insiden yang terjadi Desember 2015 silam. Sebuah insiden yang sama, penyerangan dan korban yang juga sama yakni Aremania.
Pada 19 Desember 2015 silam, laga babak 8 besar Piala Jenderal Sudirman antara Arema Cronus kontra Surabaya United diwarnai insiden berdarah yang memakan korban. Perjalanan Aremania menuju Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta mendapatkan serangan dari suporter lainnya yang diduga Bonek.

Bus rombongan Aremania yang diserang sekelompok suporter yang diduga Bonek di Sragen, 19 Desember 2015
Bus Aremania diserang dan dilempari batu di tengah perjalanan. Akibatnya dua orang Aremania, Eko Prasetyo dan Slamet harus meregang nyawa. Sebelum meninggal, Eko Prasetyo sempat ditarik keluar bus dan dipukuli dengan batu. Korban luka di bagian kepalanya dan meninggal di tempat kejadian.
Insiden berdarah pada Desember 2015 silam itu kini kembali terulang. Pagi hari ini, Minggu (03/04/16), bus rombongan Aremania yang tengah menuju Jakarta untuk menyaksikan laga final Piala Bhayangkara, kembali diserang dan dilempari batu oleh orang yang tak dikenal di daerah Sragen, Jawa Tengah.

Bus rombongan Aremania kembali dilempari batu, Minggu (03/04/16) di Sragen
Sejauh ini, tak ada korban jiwa dari aksi pelemparan batu ke bus Aremania tersebut. Sekali lagi, Sragen seakan menjadi saksi bisu dari aksi-aksi penyerangan orang-orang tak bertanggung jawab terhadap para Aremania yang berniat untuk mendukung tim kesayangannya, Arema bertanding.

Bus Aremania yang diserang saat melintasi Sragen, Jawa Tengah, Minggu (03/04/16)
Hari ini, Aremania berbondong-bondong menuju Jakarta untuk mendukung Arema yang akan tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta. Arema akan memperebutkan trofi bergengsi Piala Bhayangkara 2016 melawan tim kuat Persib Bandung.