Dilansir oleh Marca, pemain yang juga membela timnas Meksiko tersebut mengaku kegagalannya menjadi bintang saat membela dua klub raksasa Eropa,, Manchester United dan Real Madrid tidak terlepas dari fakta sangat sedikitnya kesempatan bermain.
Selama berada di dua klub tersebut, pemain berjuluk Chicharito tersebut memang jarang bermain sebagai starter. Kebanyakan pertandingan ia masuk sebagai pemain pengganti dan parahnya tidak dimainkan sama sekali.

Chicharito sempat merasakan 5 tahun menjadi pemain Manchester United.
"Bila saya punya kesempatan untuk bermain di 20 laga berturut-turut bersama Manchester United dan Real Madrid, mungkin saya bisa menjadi seorang bintang. Tapi kita tidak akan tahu hal tersebut.
Ia pun menyebut data statistik performanya saat bermain dengan MU dan Madrid yang bisa menguatkan argumennya.
"Dari data statistik kita bisa melihat, saya bermain di 80 laga bersama MU dan mencetak 65 gol, sementara di Madrid saya bermain di 12 laga dan berhasil mencetak sembilan gol."

Chihcarito sempat dipinjamkan ke Real Madrid selama satu musim.
"Jadi perbedaanya adalah saya memiliki waktu bermain yang lebih lama untuk membuktikan kualitas saat bermain di Leverkusen," tutupnya.
Semenjak resmi bergabung dengan klub Bundesliga, Bayer Leverkusen awal musim 2015/16 lalu, Chicarito memang terbukti berhasil menunjukan permainan terbaiknya setelah rutin dimainkan sebagai starter. Musim ini sendiri ia tercatat telah mencetak 26 gol dari total 40 penampilan.