Stadion Dibongkar, Suporter Tidak Ingin Persiba Balikpapan Pindah Kandang

Sabtu, 24 September 2016 14:46 WIB
Kontributor: Teddy Rumengan | Editor: Gerry Anugrah Putra
 Copyright:

Pada awal 2016, Stadion Parikesit yang selama ini menjadi markas Beruang Madu akan dibongkar Pertamina karena akan dibangun gudang dan bengkel.

Lahan stadion itu memang milik Pertamina dan Persiba statusnya hanya sebagai peminjam. Sehingga ketika Pertamina ingin menggunakan lahan tersebut, Persiba tak punya pilihan lain selain pindah kandang.

Sementara Stadion Batakan yang sebelumnya ditargetkan rampung akhir tahun ini, ternyata molor dan baru kemungkinan rampung pertengahan 2017. Sehingga untuk kompetisi musim depan Persiba dipastikan main di luar kandang.

Pengurus Persiba rencananya akan menggunakan Stadion Manahan di Solo atau Stadion Magunharjo di Yogyakarta sebagai kandang Persiba sementara musim 2017.

“Kami memang dari awal ingin Persiba tetap di Balikpapan karena kita tak punya dana kalau ke luar daerah. Jadi itu harapan kami, Persiba tetap di Balikpapan,” ujar Ketua Umum Balistik, Suwanto.

“Kami berharap Pemerintah Kota dan stakeholder terkait bisa mencari jalan keluar terbaik, sehingga Persiba tetap bermain di Balikpapan. Begitu juga dengan Stadion Batakan agar cepat selesai,” lanjutnya. 


Pendukung Persiba, Balistik, saat mendukung tim kesayangannya di Stadion Parikesit.

Balistik juga berharap, musim depan operator kompetisi bisa berlaku adil untuk pembagian siaran langsung. Karena musim ini Persiba bahkan hanya mendapat jatah dua kali siarang langsung.

“Kita juga berharap, musim 2017 operator kompetisi lebih adil kalau untuk siaran langsung, karena Persiba hingga awal putaran kedua ini hanya mungkin hanya dua kali,” tegas Suwanto.

Sementara penulis buku sejarah Persiba, Heri Trunojoyo membenarkan lahan Stadion Parikesit memang milik Pertamina. Persiba justru beruntung karena menggunakannya gratis.

“Persiba beruntung karena puluhan tahun pakai stadion itu gratis. Karena memang sejak awal hanya pinjam pakai. Sudah sangat cukup baik sebenarnya toleransi Pertamina,” ujar Heri wartawan senior Balikpapan itu.

Dia pun menceritakan, awal ketika lahan milik Pertamina itu dibangun stadion yang kini menjadi kandang Persiba. Ketika itu Persiba naik Divisi Utama musim 1985 lalu.

"Ketika masuk Divisi Utama, Persiba kan tidak punya stadion yang representatif kemudian Pangdam VI Tanjungpura, Pemerintah Kota Balikpapan, dan sejumlah pengusaha berinisiatif membangun stadion," lanjut Heri.

"Ketika Pangdam VI Tanjungpura Faisal Tanjung bersama orang-orang yang peduli Persiba, menggalang dana dengan mendatangkan artis Diana Nasution. Dari penggalangan dana itu terkumpul Rp80 juta," ujar Heri Wartawan yang mulai meliput Persiba dekade 1980-an itu.

"Tahun itu Rp80 juta sangat besar. Kemudian dengan dana itu baru dibangun stadion di atas lahan milik Pertamina. Waktu itu Ketua Persiba Syarifuddin Yoes merupakan Wali Kota Balikpapan. Memang dulu banyak pengusaha yang peduli dengan Persiba," sambungnya.

Heri juga menambahkan, jika memang Persiba terpaksa harus pindah kandang sementara tidak masalah. Sambil menunggu Stadion Batakan rampung pembangunannya.

“Kalau memang Pertamina akan menggunakan lahan itu, kan itu kepentingan nasional juga. Jadi tidak apa-apa sementara pindah kandang dan kita kembali ke kandang dengan stadion yang level internasional Stadion Batakan dengan kapasitas 40 ribu penonton,” pungkasnya.

319