Torabika Soccer Championships 2016

Bukan Karena Kalah, Ini Alasan Arema Cronus Tak Hadiri Konferensi Pers

Minggu, 9 Oktober 2016 12:07 WIB
Penulis: Ian Setiawan | Editor: Mitjanna Lotusina Rangkuti
© Ian Setiawan/INDOSPORT
Ruddy Widodo, General Manager Arema Cronus. Copyright: © Ian Setiawan/INDOSPORT
Ruddy Widodo, General Manager Arema Cronus.

Keengganan Arema Cronus menghadiri konferensi pers seusai menghadapi Gresik masih menyisakan polemik. Kedua kubu tidak mau disalahkan karena mengaku sudah menjalankan tugas sesuai prosedur pada regulasi Torabika Soccer Championships 2016. Gresik United menyayangkan absennya pihak klub berlogo kepala singa itu dalam sesi konferensi pers di Stadion Petrokimia Tri Darma, Gresik, Jumat (07/10/2016) malam lalu.

"Kami sudah menjalankan prosedur terkait Press Conference. Usai Gresik United memberi keterangan resmi, pihak Arema Cronus sudah pulang duluan," ungkap Sahlul Fahmi. Media Officer Gresik United itu menyesalkan terkait kerugian awak media yang tidak mendapat keterangan resmi dari Arema Cronus, dimana dalam laga itu kalah 0-1 dari gol tunggal Patrick da Silva.

"Hadir atau tidak hadir di preskon, itu urusan dan hak mereka. Tapi ya, kasihan teman-teman jurnalis karena tidak mendapat keterangan resmi," lanjutnya.

Secara terpisah, pihak Arema Cronus menganggap insiden ini sebagai miskomunikasi saja. Tim Singo Edan juga membantah bahwa aksi ini adalah suatu boikot dengan menyatakan kekecewaan setelah mengalami kekalahan menyesakkan dari Gresik United.


Arema Cronus saat pertandingan melawan Gresik United.

"Jadi, tidak benar kalau kita sampai boikot untuk menghindari pertanyaan wartawan. Ini murni salah paham saja," kata Ruddy Widodo. General Manager Arema Cronus itu juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah bersiap menghadiri sesi konferensi pers sebagaimana regulasi TSC. Namun, pihak Panitia Pelaksana Gresik United tidak memberikan pelayanan dengan penjemputan dan mengantar ke ruang konferensi pers di Stadion Petrokimia Tri Darma, Gresik.

"Lebih dari 15 menit kami sudah menunggu di ruang ganti, tapi tidak ada yang datang (Panpel dan Media Officer GU). Kami juga tidak tahu tempat preskon dilaksanakan," ungkap Ruddy, membeberkan alasan sebenarnya.

Untuk menghindari salah paham berkepanjangan dan kejadian serupa terulang, Ruddy memberikan saran dan masukan tak hanya untuk pihak Gresik namun secara keseluruhan untuk setiap klub yang berlaga di TSC. "Kami berharap tidak terjadi ke depannya. Bagaimana pun, konferensi pers memang penting untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat," tutup Ruddy.