PSSI Belum Terima Surat dari Kepolisian Perihal Lokasi Kongres

Senin, 10 Oktober 2016 15:29 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Yohanes Ishak
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
PSSI Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
PSSI

Lokasi Kongres Pemilihan PSSI masih menjadi bola liar yang terus bergulir, di mana masih belum ada titik terang akan lokasi Kongres yang dijadwalkan akan berlangsung pada Senin, 17 Oktober 2016 mendatang.

PSSI sendiri selaku empunya perhelatan ini masih tetap pada rencana awal, bahwa akan melaksanakan Kongres di Makassar. Namun belakangan muncul kabar, jika pihak kepolisian melalui Mabes Polri mengeluarkan surat izin untuk Kongres berlangsung di Yogyakarta.

Terkait permasalahan ini, anggota PSSI, Toni Apriliani mengaku belum menerima surat tersebut dari Mabes Polri. Sehingga dia dan PSSI masih mempersiapkan Kongres di Makassar.

"Update Kongres ya seperti teman-teman ketahui, kita sudah 100 persen di Makassar, tapi izin Mabes Polri katanya di Yogya. Jujur, hingga saat ini PSSI belum melihat surat izin tersebut," jelas Toni kepada INDOSPORT.

Toni sendiri mengaku heran, mengapa belakangan mencuat kabar Mabes Polri telah memberikan surat izin di Yogyakarta. Padahal, PSSI dan Pemerintah belum melihat surat tersebut.


Toni Apriliani, salah satu anggota PSSI.

"Ya, ini makanya bagaimana Menpora saja, katanya belum melihat surat tersebut. Seharusnya kan minimal Menpora dan federasi, yakni PSSI lebih dulu tahu akan surat tersebut. Ini kenapa tiba-tiba sudah ramai di luar? Padahal kita belum menerima surat dari Mabes Polri," jelas Toni.

Sejatinya untuk menyelesaikan permasalahan lokasi Kongres ini, Toni bersama anggota Exco berharap dapat melaksanakan rapat terbatas. Mengingat perhelatan kongres yang sudah semakin dikejar waktu.

"Saya bersama teman-teman Exco yang lain memang meminta untuk bertemu dengan Plt, yakni Hinca Panjaitan. Tapi memang belum bertemu karena kesibukan beliau," tambahnya.

"Tapi saya rasa untuk permasalahan ini alangkah baiknya kedua pihak baik PSSI dan Pemerintah menurunkan ego untuk menyelamatkan sepakbola," tutup Toni.