Kongres Pemilihan PSSI

Edy Rahmayadi Pastikan K-85 Tidak Akan Buat Kongres Tandingan

Sabtu, 15 Oktober 2016 12:12 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Gerry Anugrah Putra
© Herry Ibrahim/Indosport
Letjen Edy Rahmayadi sebut tak mungkin ada Kongres tandingan. Copyright: © Herry Ibrahim/Indosport
Letjen Edy Rahmayadi sebut tak mungkin ada Kongres tandingan.

Polemik pelaksanaan Kongres Pemilihan PSSI semakin memanas. Kongres yang awalnya akan berlangsung pada 17 Oktober dikabarkan mengalami kemunduran waktu pelaksanaan hingga 10 November mendatang.

Bukan kali pertama pelaksanaan kongres ini mengalami gangguan. Sebelumnya kongres ini masih mengalami ketidakpastian soal tempat penyelenggaraan. Kini permasalahan tanggal pelaksanaan menjadi warna baru Kongres PSSI ini.

Dengan banyaknya permasalahan ini, bukan tidak mungkin menimbulkan polemik baru di kemudian hari, seperti munculnya Kongres tandingan atas dasar tak percaya kepada PSSI sebagai induk tertinggi sepakbola Indonesia.

K-85 akan taat aturan untuk Kongres Pemilihan PSSI.

Menanggapi hal ini, Calon Ketua Umum PSSI, Letnan Jenderal TNI, Edy Rahmayadi menilai hal itu tidak akan terjadi. Meskipun dirinya disokong oleh K-85 yang memiliki kekuatan 96 suara voters, Edy menilai masih akan tetap pada jalur yang seusai dengan peraturan.

"Kongres sendiri tidak mungkinlah, kan ada regulasi dan statuta. Jadi kita tidak mungkin membuat hal tersebut," ucap Edy.

Meskipun K-85 kerap melakukan pertemuan, namun bagi Edy hal itu bukanlah untuk menggalkan Kongres. Namun hanya sekedar pertemuan biasa demi mengawal sepakbola Indonesia.

"Kita bertemu untuk mensolidkan diri. Sebab K-85 tidak berhenti sampai kongres kali ini saja. K-85 akan terus mengawal PSSI hingga empat tahun kedepan," tandas pria yang juga menjabat sebagai Presiden Klub PS TNI.

K-85 merupakan kelompok pemilihan suara yang kompak mendukung Letjen Edy Rahmayadi sebagi Ketua Umum PSSI. Sebanyak 96 suara yakin menyokong pria yang kini menjabat sebagai Pangkostrad ini untuk menduduki kursi Ketua Umum PSSI.