Pakem 3-5-2 Juventus yang digunakan sejak musim 2011/12 dianggap kapten mereka, Gianluigi Buffon, sudah mulai usang. Buffon mengkritik formasi tersebut yang menurutnya tidak pernah cocok dipakai Juve pada ajang Liga Champions.
Telah empat musim berlalu sejak Juventus menggunakan pakem tiga bek yang mulai diperkenalkan kembali oleh pelatih mereka saat itu, Antonio Conte.
Pada awalnya, formasi tersebut sukses membawa Bianconeri merebut scudetto musim 2011/12 setelah terakhir kali meraihnya pada 2002/03.

Buffon ingin pakem Juventus berubah.
Terbukti formasi tersebut ampuh dalam membantu Juve menyabet empat scudetto dari lima gelar yang diraihnya secara beruntun. Tercatat, hanya pada musim 2014/15 Juve tidak terlalu sering menggunakan pakem tersebut.
Pelatih Juve sepeninggal Conte, Massimiliano Allegri memperkenalkan formasi baru 4-3-1-2 yang membawa The Old Lady menapak final Liga Champions pada musim itu.
Namun setelah itu, Allegri kembali mengembalikkan Juve kepada pola awal mereka, yakni 3-5-2. Dalam dua musim setelah menjadi finalis Liga Champions, permainan Juve dengan 3-5-2 nya mulai membosankan dan terbaca pihak lawan.
Hal tersebut pun mengundang kritikan dari 'Superman', julukan Buffon. Sang kiper menganggap Juve harus 'move on' dari skema tiga bek di kancah kompetisi Eropa.
Penulis: Muhammad Adiyaksa