Sukses menumbangkan rezim Fulgencio Batista pada 1959, Fidel Castro menata ulang Kuba dengan mengacu pada paham sosialis. Anak dari pasangan Angel Castro dan Lina Ruz Gonzalez tersebut memimpin Kuba sejak 1959 hingga 2016, baik sebagai Perdana Menteri maupun Presiden.
Sepintas, apa yang dilakukan Castro selama ini tidak ada kaitannya dengan dunia olahraga, terutama sepakbola. Tapi, ternyata legenda hidup sepakbola Argentina, Diego Maradona, berhutang budi kepadanya.
Dilansir dari Goal, Maradona disebut beberapa kali berkunjung ke Kuba usai sukses membawa Tim Tango menjadi juara pada Piala Dunia 1986. Akibat terkesan dengan kisah kepahlawanan Castro, pada setiap kunjungannya, mantan pelatih Tim Nasional Argentina tersebut kerap membawa hadiah.

Peran besar Castro dalam hidup Maradona terjadi setelah mantan mertua Sergio Aguero itu pensiun sebagai pesepakbola profesional. Kondisi tubuh Maradona sangat memprihatinkan akibat pemakaian obat-obatan terlarang hingga dirinya harus menjalani perawatan intensif.
Pada saat itulah Fidel Castro datang menawarkan bantuan. Dengan bantuan banyak dokter handal yang dimiliki Kuba, Castro berhasil menyelamatkan nyawa salah satu temannya tersebut.

Maradona menjalani rehabilitasi di Kuba berkat bantuan Fidel Castro
"Fidel Castro seperti seorang ayah bagi saya. Saya akan pergi ke Kuba untuk mengucapkan selamat jalan kepada teman saya tersebut," ucap Maradona saat sedang menonton laga final Piala Davis di Kroasia dikutip dari Goal.
"Fidel Castro membuka pintu bagi saya menuju Kuba, di saat negara saya, Argentina, tidak peduli dengan apa yang saat itu saya alami."
Atas aksinya itu, rasanya dunia sepakbola perlu berterima kasih kepada Fidel Castro, setelah berhasil menyelamatkan nyawa salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah.