West Ham Hanya Boleh Dibeli oleh Orang Sekaya Raja Arab Saudi

Rabu, 28 Desember 2016 02:27 WIB
Penulis: Arum Kusuma Dewi | Editor: Arief Rahman Hakim
© Robbie Jay Barratt/AMA
West Ham United tidak akan dijual meski dilirik banyak investor. Copyright: © Robbie Jay Barratt/AMA
West Ham United tidak akan dijual meski dilirik banyak investor.

Dalam pernyataannya yang dimuat situs resmi West Ham United, David Sullivan menegaskan klubnya hanya boleh dibeli oleh investor dengan pengaruh finansial seperti Raja Arab Saudi.

Sullivan bahkan mengaku telah menolak tawaran sebesar 650 juta poundsterling, atau sekitar 10,8 triliun rupiah dari pihak yang ingin membeli klub asal London tersebut.


Pemilik saham terbesar West Ham United, David Sullivan.

“Kami memang mendapat penawaran untuk membeli klub sebesar 650 juta pounds di bulan Agustus tahun ini,” tulis Sullivan.

“Namun saya ingin mengulangi, kami, para pemilik saham klub saat ini, tidak punya hasrat untuk menjual West Ham kecuali kepada seseorang seperti Raja Arab Saudi yang mampu membawa klub melampaui level yang tak pernah diharapkan mampu untuk kami raih,” lanjutnya.


West Ham United menekuk Swansea City 4-1, Senin (26/12/16).

Sebelumnya, Sullivan bersama pemilik klub lainnya, David Gold, menegaskan bahwa klub yang dimanajeri Slaven Billic tersebut tidak akan dijual kepada perusahaan minuman berenergi asal Austria, Red Bull. Padahal, Red Bull telah menyiapkan dana sebesar 200 juta poundsterling atau sekitar 3,3 triliun rupiah.

Tak heran para pemilik saham tersebut merasa percaya diri. West Ham tengah berada dalam tren positif dengan meraih sepuluh poin dari empat pertandingan terakhir di Liga Primer. Sullivan pun menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa 2017 akan menjadi tahun yang fantastis bagi klub kebanggaannya itu.