Ini Statuta AFC Terkait Perubahan Nama dan Kepemilikan Klub

Kamis, 9 Februari 2017 22:16 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Sekjen AFC, Dato Windsor John (tengah). Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Sekjen AFC, Dato Windsor John (tengah).

Perubahan regulasi terkait kepemilikan dan perubahan nama klub-klub di kawasan Asia tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal AFC, Dato Windsor Jhon.

Pada peraturan yang terbaru, AFC menyatakan bahwa tidak boleh ada dua klub yang kepemilikannya sama dan bermain dalam satu kompetisi.

"Tidak boleh ada klub yang kepemilikannya  sama di satu kompetisi. Karenanya kami ingin membantu PSSI dalam membangun klub menjadi lebih baik," ujar Dato Windsor saat mengunjungi kantor induk sepakbola Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Sementara itu, mengenai perubahan nama ada dua cara sebelum berlaga di AFC. Jika ada pertukaran nama karena perubahan owner (pemilik) bisa dilakukan tetapi harus tunggu hingga satu musim selesai atau separuh musim. Tetapi kalau mau pakai nama sponsor di depan nama klub, maka harus menunggu hingga akhir musim," ujarnya lebih detail.


Windsor (tengah) menjelaskan aturan baru AFC terkait kepemilikan klub.

Statuta AFC mengenai perubahan nama dan kepemilikan klub ini nampaknya harus mulai diperhatikan oleh klub sepakbola nasional.

Pasalnya, banyak klub di Indonesia yang sudah mulai berganti nama seiring dengan perubahan kepemilikan, sebut saja Madura United yang sebelumnya bernama Persipasi Bandung Raya.

Selain itu ada juga PS TNI yang sebelumnya lebih dikenal masyarakat sebagai klub asal Papua, Persiram Raja Ampat. Sedangkan satu nama baru yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan adalah Bhayangkara FC.

Namun beberapa sumber menyatakan bahwa Bhayangkara FC merupakan klub yang berawal dari klub asal Kalimantan Timur, Persikubar. Pada tahun 2010, para pemain Persikubar di ambil oleh tim bentukan La Nyalla Mattalitti dan diberi nama Persebaya dan mereka menunjuk PT MMIB (Mitra Muda Inti Berlian) sebagai pengelolanya, karena mereka tidak ingin nama Persebaya hilang dari Liga Indonesia setelah Persebaya yang asli (Persebaya 1927) menyebrang ke Liga Primer Indonesia.  

678