Luis Milla Ungkap Hal yang Paling Ia Benci di Indonesia

Jumat, 3 Maret 2017 00:34 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Timnas Senior dan U-22, Luis Milla. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Pelatih Timnas Senior dan U-22, Luis Milla.

Pelatih Tim Nasional Indonesia, Luis Milla Aspas sudah hampir satu bulan berada di Indonesia. Pria asal Spanyol itu mengaku betah tinggal di Indonesia, meski dirinya tak mampu menutupi ketidaksukaannya terhadap satu hal yang ada di Tanah Air, Jumat (03/03/17).

Luis Milla mulai berada di Indonesia sejak 8 Februari 2017 untuk menangani Timnas Indonesia Senior dan U-22. Pelatih berusia 50 tahun itu datang bersama sang Istri dan tinggal di salah satu apartemen di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten.

Selama berada di Tanah Air, Milla berkesempatan untuk mengunjungi beberapa kota di Tanah Air dalam rangka memantau beberapa pemain yang tampil di ajang Piala Presiden 2017, yakni Malang, Jawa Timur dan Gianyar, Bali. Milla pun mengaku betah dan mudah untuk beradaptasi dengan kondisi Tanah Air.

Mantan pemain Real Madrid dan Barcelona itu merasa bahagia untuk tinggal di Indonesia, meskipun dirinya mengakui jika ada satu hal yang tidak ia sukai dari Indonesia, yakni macet.

Kemacetan di beberapa wilayah Tanah Air menjadi hal yang tidak disukai oleh Luis Milla dari Indonesia.

"Ya, saya sangat bahagia di Indonesia, namun saya tidak suka dengan macetnya. Selain itu, semuanya relatif bagus," kata Milla di Hotel Yasmin, Karawaci kepada wartawan seperti dikutip INDOSPORT dari tribunnews.com.

Selain menyinggung soal kemacetan di Tanah Air, Luis Milla juga berbicara soal menu makanan di Tanah Air. Secara garis besar, Milla menyukai kuliner khas Indonesia yang menurutnya cita rasanya tidak terlalu berbeda jauh dengan negeri asalnya, Spanyol.

"Saya suka masakan Indonesia, meskipun memang ada perbedaan dengan Spanyol.
Makan di sini cukup enak walaupun lebih pedas," pungkasnya.

Milla sendiri akan menjalani masa baktinya sebagai pelatih Timnas Indonesia hingga dua tahun mendatang, sesuai dengan kontrak yang ia sepakati dengan PSSI. Kehadirannya diharapkan bisa mendongkrak prestasi Timnas di kancah sepakbola internasional, khususnya pada SEA Games 2017 di Malaysia pada Agustus mendatang.

1.4K