Federasi Sepakbola Israel terancam mendapatkan sanksi berat menyusul persoalan internal mereka. Baru-baru ini, keputusan untuk memberikan pengecualian kepada tim-tim di Tepi Barat membuat FIFA mendapatkan seruan dari berbagai lapisan masyarakat olahraga untuk memberikan hukuman tegas.
Israel memberikan pengecualian kepada sedikitnya 7 anggota klub yang bermarkas di Tepi Barat, sebuah daerah yang masuk teritori Palestina. Ketika masuk ranah sepakbola, Israel menyalahi aturan karena membiarkan sebuah laga digelar di wilayah yang bukan wewenangnya tanpa sepengetahuan Federasi Sepakbola yang bersangkutan.
Arogansi Israel, parahnya, dilakukan di pemukiman yang sedang 'dijajah', dan menurut Electronic Intifada daerah tersebut berstatus ilegal. Pengadilan Kriminal Internasional bahkan menganggap jika Tepi Barat dan Jalur Gaza merupakan daerah terjajah yang masuk wilayah Palestina.
Lebih dari 100 asosiasi olahraga, perdagangan, dan organisasi HAM dari 28 negara bergabung dengan pesepakbola dunia, pendidik, figur budaya dan politisi melayangkan surat ke FIFA. Mereka meminta agar Federasi Sepakbola Dunia itu mengambil tindakan tegas.
Tahun lalu, Human Rights Watch mengirimkan laporan secara mendetail bagaimana FIFA dan Asosiasi Sepakbola Israel justru mendapat 'cipratan' dari penjajahan di Tepi Barat dan tim-tim yang berlokasi di sana.
Di tempat terpisah, Menteri Luar Negeri Israel malah memperingatkan FIFA agar tidak ikut campur masalah internal negaranya. Sebab, langkah yang dilakukan oleh Israel terkait tim sepakbola di sana hanyalah secuil dari persoalan utama, yakni menjaga keamanan.
Wakil Presiden Asosiasi Sepakbola Palestina, Susan Shalabi pekan lalu telah mengatakan bahwa mobilisasi Israel dalam 'melobi' FIFA sudah terlampau batas dan melanggar Statuta FIFA. Shalabi berpendapat seharusnya keputusan FIFA tidak boleh terpengaruh oleh saran anggotanya sendiri.
"Posisi kami di sini sudah jelas. Kami tak akan mau Asosiasi Sepakbola Israel menjalankan aktivitas sepakbolanya di wilayah kami (Palestina). Jika kami mengiyakannya, maka kami adalah kriminal sepakbola," kata Shalabi kepada Al Jazeera.