Persekam Metro FC, harus kembali gigit jari akibat kembali gagal meraup tiga poin di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (13/05/17).
Sempat unggul telak tiga gol lebih dulu, Macan Kumbang tersebut harus puas berbagi satu angka, pasca gelontoran tiga gol Persekap Pasuruan di babak kedua.
Hasil ini pun mengulangi torehan serupa saat bertandang ke markas Persigo Semeru FC pekan lalu. Berkali-kali pemainnya diingatkan untuk selalu menjaga konsentrasi, namun tetap lemah ketika ditekan lawan.
Meski demikian, posisi Persekam Metro FC malah naik menjadi juara Grup 7 dengan 6 poin, unggul satu angka dari Madura FC yang di saat bersamaan, takluk 1-2 di markas Persigo Semeru FC.
"Hanya memang saya sayangkan masih lemahnya tingkat konsentrasi pemain. Hal itu lah yang menjadi penyebab hasil seri ini," ungkap Siswantoro seusai pertandingan di Stadion Kanjuruhan Malang.
"Kami sudah unggul sampai tiga gol, tapi malah lengah dan dikejar tiga gol lawan. Padahal, setiap saat saya selalu ingatkan menjaga konsentrasi maupun koordinasi antar lini yang solid," imbuhnya.
Laga baru berlangsung delapan menit, Persekam Metro FC menghentak melalui tendangan Yogi Prayogo. Asa meraup tiga poin pun semakin dekat, ketika Setyo Adi Prastowo menyumbangkan dua gol lanjutan pada menit 39 dan 49.
Namun, kelengahan dalam menjaga konsentrasi membuat pasukan Persekam Metro FC akhirnya dikejar oleh tiga gol Persekap di 20 menit terakhir.
Firman Kurniawan membuka harapan bagi timnya lewat gol di menit 70. Dua kali berturut-turut, Persekap mampu menyudahi perjuangan Spartan mereka lewat dua gol Mariono menit 85 dan Imam Syafi'i tiga menit berselang.
Duka bagi tuan rumah, namun berkah bagi Persekap Pasuruan. Laskar Surapati itu sangat puas dengan hasil imbang ini, terlebih jika mengingat proses dan perjuangan hebat para pemain setelah tertinggal tiga gol lebih dulu.
"Tentu senang, karena mencuri satu poin di pertandingan away pasti sulit. Perjuangan anak-anak sudah bagus dan perlu ditingkatkan lagi," ujar pelatih tim, Asyari Cahyani.
"Kunci kami bisa menahan imbang Metro adalah memanfaatkan keluarnya Setyo Adi Prasetyo (karena cedera), dan memaksimalkan lebar lapangan di setiap serangan," tandasnya.