Tak Jelas di Manchester, Hart Ingin Jadi 'Legenda' Torino

Rabu, 14 Juni 2017 20:34 WIB
Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Chris Brunskill Ltd/Getty Images
Joe Hart ketika membela Torino. Copyright: © Chris Brunskill Ltd/Getty Images
Joe Hart ketika membela Torino.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, belum lama ini telah mendatangkan kiper muda penuh talenta milik Benfica, Ederson. Kehadiran penjaga gawang asal Brasil itu diproyeksi akan menjadi kiper utama The Citizens dalam mengarungi kompetisi di musim 2017/18 mendatang.

Baca Juga:

Kehadiran Ederson jelas membuat masa depan Joe Hart di Etihad Stadium semakin tak menentu. Selain kalah dari segi umur, Hart juga dinilai tak layak menjadi pelapis kedua Ederson, mengingat masih ada Claudio Bravo di skuat Guardiola.

© Man City
Ederson Moraes, kiper anyar Man City. Copyright: Man CityEderson Moraes, kiper anyar Man City.

Melihat hal ini, kiper Tim Nasional (Timnas) Inggris itu dikabarkan akan kembali ke Serie A Italia, dengan Torino sebagai destinasi selanjutnya. Dilansir oleh Tuttosport, rival sekota Juventus itu dinilai tidak keberatan untuk menggandeng kembali Hart dengan satu alasan.

© Chris Brunskill Ltd/Getty Images
Kiper pinjaman Torino, Joe Hart. Copyright: Chris Brunskill Ltd/Getty ImagesJoe Hart ketika menjalani masa pinjamannya di Torino.

Alasan tersebut adalah harga yang dipatok oleh Manchester City untuk kiper berusia 30 tahun tersebut. Pasalnya, Torino sendiri juga dikabarkan tengah mengincar salah satu kiper Paris Saint-Germain, Salvatore Sirigu.

Walau begitu, kemungkinan Hart untuk kembali ke Grande Torino Stadium lebih besar dibanding mendatangkan Sirigu ke Italia, Dilansir oleh Football Italia, Pep Guardiola tidak keberatan melepas Hart dengan harga yang murah sekalipun, karena dirinya tidak masuk dalam proyek masa depan mantan pelatih Barcelona tersebut.

© Dave Winter/Icon Sport via Getty Images
Caption Copyright: Dave Winter/Icon Sport via Getty ImagesSalvatore Sirigu, kiper Paris Saint-Germain.

Sebelumnya, Hart sendiri pernah menyempatkan dirinya untuk berfoto bersama fans Torino, yang kemudian ia unggah di akun Instagram pribadinya dengan caption salam perpisahan bak seorang legenda yang telah lama bermain untuk Il Toro.

 

Grazie Torino, sono orgoglioso di aver giocato per la tua Grande Squadra. Non dimenticherò mai il modo in cui avete accolto me e la mia famiglia. Sarò un tifoso del Torino per sempre, per il resto dei miei giorni. Ho incontrato tante persone veramente speciali e questa è stata una delle più splendide esperienze della mia vita. Per adesso è solo un arrivederci, perché tornerò per vedervi ed incontrarvi tutti. Vi auguro una estate eccezionale,  mi mancherete! #forzatoro #kaammoonnnn Thank you Torino.... I am so proud to have played for your special football club. The way you have treated me and my family is something that we will never forget. I will forever support Torino for the rest of my days. I have met so many special people and this has been one of the greatest experiences of my life. I will come back to see you all one day so it is bye for now, enjoy an amazing summer #❤️Manchester

A post shared by Joe Hart (@joehartofficial) on

“Terima kasih Torino. Saya bangga dapat bermain di klub sepakbola yang sangat spesial,” tulis Hart di akun Instagram pribadinya, @joehartofficial.

“Cara Anda memperlakukan saya dan keluarga saya adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. Sebagai pemain, saya akan dukung Torino hingga akhir-akhir hayat saya. Saya banyak bertemu dengan banyak orang spesial di sini, dan menjadi sebuah pengalaman yang besar di hidup saya,” tambahnya.

“Saya akan kembali untuk menemui kalian suatu hari nanti. Jadi, selamat tinggal. Nikmati liburan musim panas kalian,” tutup Hart.

Melihat dari ungkapan Hart di atas, terlihat dirinya telah menikmati masa-masa indah ketika dipinjamkan ke Italia. Dirinya pun terlihat tak keberatan bila kembali ke Torino, demi jam terbang yang tinggi.

2.3K