Di suatu pagi tanggal 12 April 1964, media cetak bernama Sunday People membuat heboh daratan Inggris lewat tajuk utamanya. Mereka baru saja memuat salah satu cerita skandal paling sensasional dalam sejarah sepakbola Inggris.
Sunday People mengungkap jika sebuah sindikat yang berisi banyak sekali pesepakbola profesional telah mengatur hasil pertandingan, yang tentu saja sesuai dengan betting yang mereka inginkan.
Singkat cerita, 10 pesepakbola yang tergabung dalam sindikat tersebut harus mendekam di penjara untuk waktu yang cukup lama. Jimmy Gauld, mantan pemain Swindon, Plymouth Argyle, St. Johnstone, dan Mansfield Town menjadi salah satu tersangka yang paling lama di penjara.
Gauld adalah otak dibalik sensasi tersebut. Bakatnya sebagai negosiator ulung berperan besar, sebab ia diketahui andal dalam meyakinkan rekannya sesama pesepakbola agar menurut kepadanya.
Jimmy Gauld saat mengenakan jersey Charlton Athletic.Tahun 1962 dianggap sebagai tahun perdana ia melakukan pengaturan skor. Ketika itu, Gauld mendekati pemain Sheffield Wednesday, David Layne, agar mengalah di laga melawan Ipswich Town. Layne lalu mengajak dua rekan setimnya, Tony Kay dan Peter Swan untuk mendahulukan kepentingan betting untuk tumbang 2-0.
'Debut' pengaturan skor yang sukses membuat Sindikat Gauld ketagihan. Parahnya, ada dua laga di hari yang sama yang mereka atur agar sesuai dengan kepentingan betting, yakni Lincoln vs Brentford, dan Oldham vs York.
Sindikat judi yang dilakukan Gauld dan kolega berjalan cukup rapi selama berbulan-bulan ke depan, tapi bukan berarti kegiatannya tanpa celah. Tahun 1963, hampir satu tahun 'perusahaannya' berjalan, Gauld beserta aktor lapangan hijau lainnya mulai goyah.
Jimmy Gauld saat berseragam Plymouth Argyle.Ken Thomson, pemain Hatlepool United ketika itu, membuat pengakuan kepada Sunday People, bahwasanya ia berjudi, menggunakan jasa Sindikat Gauld, di laga antara timnya melawan Exeter City.
Setelah melewati banyak proses investigasi, Gauld lalu dicap sebagai mastermind di balik kasus terbesar kala itu di Inggris. Anehnya, Kepolisian Inggris tak mampu membuktikan hal tersebut, sampai akhirnya Gauld mengaku dan menjual kisahnya kepada Sunday People dengan harga 7000 pounds, jumlah yang sangat besar saat itu.
Hampir dua tahun kasus tersebut berlarut-larut. Tahun 1965, setelah bukti-bukti melalui suara rekaman diberikan oleh Gauld langsung, ia dinyatakan bersalah. Penggunaaan rekaman sebagai bukti juga menjadi yang pertama sepanjang sejarah pengadilan Inggris.
Pengadilan menjatuhkan hukuman empat tahun kepada Gauld. Sementara 9 orang lainnya mendapat hukuman beragam, antara 15 bulan hingga empat tahun. Ke-10 pemain tersebut juga dihukum seumur hidup dari sepakbola.