Main di Kejuaraan Asia, Persija Jakarta Jadi Rebutan Banyak Sponsor

  • Persija Jakarta mengalami efek positif dari sisi marketing seiring dengan kesempatan tampil di Asia.
  • Banyak sponsor yang ingin melakukan kerja sama.
Senin, 11 Desember 2017 15:32 WIB
Penulis: Petrus Manus Da' Yerimon | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Internet
Logo AFC cup Copyright: © Internet
Logo AFC cup

Persija Jakarta sudah dipastikan akan bermain di kejuaraan kasta kedua Asia tepatnya Piala AFC setelah lolos verifikasi dari federasi sepakbola Asia (AFC). Pembagian grup pun sudah dilakukan pada 6 Desember 2017 lalu, yang menempatkan Macan Kemayoran di grup H.

Persija dipastikan akan bertemu sejumlah nama seperti Tampines/Geylang (Singapura), Johor Darul Ta'zim/Selangor FA (Malaysia), dan Song Lam Nghe An FC (Vietnam). 

© INDOSPORT/Herry Ibrahim
Latihan Persija Jakarta jelang melawan Persib Bandung. Copyright: INDOSPORT/Herry IbrahimLatihan Persija Jakarta akan main di Piala AFC 2018.

Hal itu rupanya memancing sejumlah sponsor berdatangan dan ingin melakukan kerja sama dengan tim asal Ibukota. Keadaan itu pun disambut positif oleh Komisaris Utama Persija, Ferry Paulus,yang berharap ada berkah berlimpah dengan mentasnya Macan Kemayoran di ajang Asia.

"Target yang diraih musim ini cukup bagus, baik untuk sponsor. Kini sponsor lebih nafsu kerja sama dengan Persija, saya mendengar marketing punya terobosan yang bagus," ucap pria yang akrab disapa FP tersebut.

"Mudah-mudahan keberadaan kita di AFC, tentunya merangsang sponsor punya keinginan bekerja sama dengan kita," imbuhnya.

Keberadaan sponsor dalam urusan menyokog dana memang sangat penting. Apalagi Persija akan melakukan away ke luar negeri yang diprediksi memakan biaya cukup banyak. Hal itu tentu sebanding dengan target untuk lolos dari babak penyisihan AFC Cup 2018.

© liga-indonesia.id
Skuat Persija Jakarta. Copyright: liga-indonesia.idSkuat Persija Jakarta.

Selain Piala AFC, musim depan Persija bakal disibukkan dengan banyaknya pertandingan mulai dari Liga 1 hingga Piala Indonesia yang dilaporkan akan kembali digulirkan. Belum lagi jika ada kegiatan pramusim yang tentu saja menguras biaya.