Liga Indonesia

Diperiksa Selama 6 Jam oleh Bareskrim Polri, Ini Bocoran dari Sekjen PSSI

Sabtu, 29 Desember 2018 01:29 WIB
Penulis: Shintya Maharani | Editor: Rafif Rahedian
© INDOSPORT/Muhammad Nabil.
Sekjen PSSI, Ratu Tisha saat memberikan komentar mengenai kelanjutan masalah pengaturan skor. Copyright: © INDOSPORT/Muhammad Nabil.
Sekjen PSSI, Ratu Tisha saat memberikan komentar mengenai kelanjutan masalah pengaturan skor.

INDOSPORT.COM - Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria akhirnya memenuhi panggilan dari Bareskrim Polri atau Satgas Anti Mafia Bola terkait isu pengaturan skor yang kini sedang dalam upaya pembersihan dan penyelesaian, Jumat (28/12/18).

Datang dengan dua pendamping hukum, Tisha, sapaannya, hadir di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB dan baru keluar pada pukul 22.00 WIB.

Kepada awak media, Tisha menjelaskan bahwa proses pemeriksaan berjalan empat jam. Dari 40 pertanyaan yang disiapkan, 23 pertanyaan telah dijawab dan 17 pertanyaan lainnya akan dilanjutkan pada Jumat (04/01/19) mendatang.

"PSSI menyampaikan bahwa Kami terbuka dan kooperatif dalam penyelidikan yang sedang dilakukan dan akan terus bekerja dan berkomitmen untuk sepak bola yang lebih baik," ujar Tisha terkait hal yang disampaikan oleh PSSI selama proses pemeriksaan.

Terkait pertanyaan yang diajukan oleh Satgas Anti Mafia Bola, Tisha tidak dapat menjawab detail. Namun, jelasnya Tisha menegaskan bahwa ini berkaitan dengan isu pengaturan skor dan PSSI.

"Hari ini, spesifiknya itu hanya di area kerja PSSI, kami menjelaskan regulasi PSSI, bahwa PSSI regulator abadi dalam sepak bola," tuturnya.

"Beberapa pertanyaan jadi kewenangan penyidik ya, saya tidak bisa bicara detail, secara umum gambarannya ini terkait isu match fixing yang sedang ditangani PSSI dan Polri," imbuh Tisha.

Tisha menjelaskan pada pemeriksaan tadi, bahwa Komdis PSSI juga telah bergerak bersama Satgas Anti Mafia Bola dengan investigasi dan persidangan.

"Yang kami sampaikan bahwa PSSI berkomitmen penuh untuk membersihkan sepak bola Indonesia dari hal-hal yang menentang sportivitas dan fairplay," ucapnya.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola dan Olahraga Lainnya di INDOSPORT 

62