Liga Indonesia

Pengajuan Pemutihan Sanksi Yuli Sumpil Tak Ada Hubungannya Dengan Pergantian Ketum PSSI

Rabu, 30 Januari 2019 20:03 WIB
Penulis: Ian Setiawan | Editor: Yohanes Ishak
© Ian Setiawan/Indosport.com
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo. Copyright: © Ian Setiawan/Indosport.com
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

INDOSPORT.COM - Pengajuan untuk memutihkan sanksi bagi Yuli Sumpil dan koleganya sempat menimbulkan isu tak sedap. Pasalnya, momen itu berdekatan dengan pergantian Ketua Umum PSSI, dari Edy Rahmayadi kepada Joko Driyono.

Hal itu lah yang sempat disinyalir menjadi momen untuk mengajukan pemutihan sanksi bagi dirijen Aremania tersebut. Pasalnya, Ketum PSSI mempunyai hak prerogatif yang tidak bisa diganggu gugat terhadap apa yang sudah diputuskan.

Seperti ketika Edy Rahmayadi baru menjabat Ketum PSSI 2016 lalu, dengan memutihkan sejumlah sanksi melalui hal prerogatif.

Dalam hal ini adalah beberapa tim seperti Persebaya Surabaya, Persema Malang, Arema Indonesia, Persibo Bojonegoro dan klub lainnya yang sebelumnya dibekukan statusnya pada keanggotaan PSSI.

"Tidak, soal (pengajuan Pemutihan sanksi) itu (kami lakukan) bukan karena (pergantian) Ketum PSSI," tandas Ruddy Widodo menjawab pertanyaan yang dilontarkan INDOSPORT.

General manager Arema FC itu pun berdalih bahwa pengajuan untuk memutihkan sanksi Yuli Sumpil, lebih berdasarkan kepada hubungan antara tim dengan suporter yang sangat erat kaitannya.

"Pertimbangan kami ya karena tim sudah lepas dari sanksi (bertanding tanpa penonton di 5 home Liga 1 musim lalu). Jadi bukan karena pergantian (Ketum PSSI) ini," sambungnya.

Ia pun membeberkan alasan mengapa manajemen tidak langsung melakukan hal itu pasca jatuhnya sanksi.

Pasalnya, tim Arema FC juga terimbas besar dengan mengalami kerugian cukup banyak atas sanksi yang dijatuhkan dari beragam insiden yang terjadi pada laga menjamu Persebaya Surabaya, 6 Oktober 2018 lalu.

"Karena saat itu kan tim juga terhukum. Tidak mungkin kami mengajukan banding kepada mereka, ketika tim juga sedang menjalani sanksi," pungkasnya.

Ikuti terus Berita Sepak Bola Indonesia dan Berita Olahraga lainnya di INDOSPORT.COM

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%