Bola Internasional

Ikut Puasa, 3 Bintang Ajax Ini Malah Dianggap Tidak Bertanggung Jawab

Minggu, 5 Mei 2019 16:36 WIB
Penulis: Rialdi | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Lars Baron/Getty Images
Hakim Ziyech (kedua dari kiri) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Real Madrid di perempat final Liga Champions 2018/19. Copyright: © Lars Baron/Getty Images
Hakim Ziyech (kedua dari kiri) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Real Madrid di perempat final Liga Champions 2018/19.

INDOSPORT.COM - Bulan suci Ramadan akan dimulai pada 6 Mei 2019. Bagi umat Islam, wajib untuk menjalankan ibadah puasa, di mana tidak makan atau minum dari subuh hingga senja. Ibadah itu harus dilakukan oleh umat Islam, tidak terkecuali bagi trio Ajax, Hakim Ziyech, Noussair Mazraoui, dan Zakaria Labyad. 

Namun, niatan puasa dari ketiga pemain tersebut justru mendapat kritikan keras dari ahli fisik Belanda yang juga pernah bekerja untuk Timnas sepak bola Indonesia, Raymond Verheijen.

Hakim Ziyech, Noussair Mazraoui, dan Zakaria Labyad dianggap tidak bertanggung jawab jika tetap berpuasa karena Ajax tengah berjuang untuk meraih trebel winner pada musim 2018/19. Ya, Ajax tengah memimpin klasemen sementara Eredivisie, lolos ke final KNBV, dan semifinal Liga Champions.

"Sangat tidak bertanggung jawab untuk tetap berpegang pada Ramadan pada tahap musim ini," kata Verheijen," dikutip dari kanal berita olahraga Mirror Sports.

"Ada banyak contoh atlet yang pengecualiannya dibuat karena keadaan tertentu. Mereka dapat mengejar Ramadan nanti dan tidak ada tabu sama sekali dalam agama. Secara umum diterima," imbuhnya.

Raymond Verheijen menyarankan agar Hakim Ziyech, Noussair Mazraoui, dan Zakaria Labyad berpuasa di lain hari. Pasalnya, puasa akan sangat berpengaruh terhadap kondisi fisik pemain.

"Tubuh para pemain akan dideregulasi, karena mereka akan mengubah pola pelatihan dan diet selama 11 bulan terakhir," ujar Verheijen.

"Jika Anda melakukan ini sekarang, di minggu performa terbaik musim ini, itu seperti melempar kunci pas di roda. Tingkat gula darah mereka akan lebih rendah dan itu berarti semakin sedikit energi," imbuhnya.

"Tidak hanya itu, puasa juga membuat atlet kurang waspada, yang mana akan mengirimkan sinyal yang lebih lemah ke otot-otot tubuh," lanjut eks asisten Wim Rijsbergen itu.

Verheijen mencontohkan pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions melawan Tottenham, Kamis (09/05/19).

Pertandingan itu akan dimulai 18 menit sebelum waktu berbuka puasa. Ia menilai mustahil bagi ketiga pemain itu bisa menampilkan kemampuan terbaik.

"Matahari terbenam pada Rabu malam pukul 21.18 waktu setempat dan leg kedua semifinal dimulai pukul 21.00. Anda tidak bisa bermain tanpa makan sebelum pertandingan. Dan bagaimana jika pertandingan ini berjalan ke waktu tambahan, dengan Tottenham memimpin 1-0?" kata Verheijen.

"Saya berharap para pemain menyadari bahwa ini hampir mustahil bagi mereka," tegasnya menutup.

Sementara itu, pelatih Ajax, Erik ten Hag, tidak terlalu mempermasalahkan terhadap ketiga pemain muslim-nya yang menjalankan puasa. Ia menyerahkan semua keputusan ke pemain.

"Ini adalah pilihan pemain saya. Saya menyerahkan ini sepenuhnya kepada mereka," tegas Ten Hag.

Ikuti Terus Berita Sepak Bola dan Berita Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT.COM

IDS Emoticon Suka
Suka
7%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
7%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
13%
IDS Emoticon Marah
Marah
73%